Minggu, 21 Oktober 2012

PROMOSI KESEHATAN


 “ PERAN BIDAN SEBAGAI EDUCATION atau PENDIDIK ”
BAB I
PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang

Sejarah menunjukkan bahwa bidan merupakan salah satu profesi tertua di dunia sejak adanya peradaban umat manusia. Bidan muncul sebagai wanita terpercaya dalam mendampingi dan menolong ibu melahirkan. Peran dan posisi bidan di masyarakat sangat dihargai dan dihormati karena tugasnya yang sangat mulia, memberi semangat, membesarkan hati, dan mendampingi, serta menolong ibu melahirkan sampai ibu dapat merawat bayinya dengan baik.
            Dalam naskah kuno, pada zaman prasejarah, tercatat bahwa bidan dari Mesir (Siphrah dan Poah) berani mengambil risiko menyelamatkan bayi laki-laki bangsa Yahudi (orang-orang yang dijajah bangsa Mesir) yang diperintahkan oleh Firaun untuk dibunuh. Mereka sudah menunjukkan sikap etika moral yang tinggi dan takwa kepada Tuhan dalam membela orang-orang yang berada pada posisi lemah, yang pada zaman modern ini kita sebut perara advokasi. Dalam menjalankan tugas dan praktiknya, bidan bekerja berdasarkan pandangan filosofis yang dianut, keilmuan, metode kerja, standar praktik pelayanan, serta kode etik profesi yang dimilikinya.

1.2         Rumusan Masah
Dengan adanya latar belakng di atas maka rumusan masalah yang di peroleh adalah :
·      Bagaimanakah sejarah tentang peran bidan sebagai Education ?
·      Apasajakah peran seorang bidan ?
·      Apa yang dimaksut dengan bidan sebagai Education atau pendidik ?
·      Aapa sajakah tugas sebagai bidan ?

1.3         Tujuan
a.         Tujuan Umum
Memberi informasi kepada pembaca agar pembaca bisa memehami tentang peran dan tanggung jawab bidan sebai Education. Bidan sangatlah di butuhkan masyarakat.
b.        Tujuan Khusus
Penulis menyelesaikan tugas ini supaya penulis mengetahui lebih jelasnya peran fungsi dan tanggung jawab seorang bidan.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Peran Dan Fungsi Bidan
Dalam melaksanakan profesinya bidan memiliki peran sebagai pelaksana, pengelola,   pendidik, dan peneliti.
A.  Peran sebagai pendidik
Sebagai pendidik bidan memiliki 2 tugas yaitu sebagai pendidik dan penyuluhkesehatan bagi klien serta pelatih dan pembimbing kader.
o  Sebagai Pendidik Contohnya :
Memberi pendidikan dan penyuluhan kesehatan pada klien.
Bidan memberi pendidikan dan penyuluhan kesehatan kepada klien (individu, keluarga, kelompok, serta maryarakat) tentang penanggulangan masalah kesehatan, khususnya yang berhubungarn dengan kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana, mencakup:
1) Mengkaji kebutuhan pendidikan dan penyuluhan kesehatan, khususnyadalam bidang kesehatan ibu, anak, dan keluarga berebcana bersama klien.
2) Menyusun rencana penyuluhan kesehatan sesuai dengan kebutuhan yang  telah di kaji, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang bersama klien.
3) Menyiapkan alat serta materi pendidikan dan penyuluhan sesuai dengan rencana   yang disusun.
4) Melaksanakan program/rencana pendidikan dan penyuluhan kesehatan sesuai dengan rencana jangka pendek serta jangka panjang dengan melibatkan unsur-unsur terkait, termasuk klien.
5)Mengevaluasi hasil pendidikan/penyuluhan kesehatan bersama klien dan menggunakannya untuk memperbaiki serta meninglcatkan program dl masa yang akan datang.
6) Mendokumentasikan semua kegiatan dan hasil pendidikan/ penyuluhan kesehatan secara lengkap serta sistematis.
7) Memberikan pendidikan dan penyuluhan kesehatan kepada individu, keluarga, kelompok masyarakat tentang penanggulangan masalah kesehatan khususnya yang berhubungan dengan pihak terkait, KIA dan KB.
o  . Melatih dan membimbing kader
Bidan melatih dan membimbing kader, peserta didik kebidanan dan keperawatan, serta membina dukun dl wilayah atau tempat kerjanya, mencakup:
1)   Mengkaji kebutuhan pelatihan dan bimbingan bagi kader, dukun bayi, serta Pesertadidik.
2)   Menyusun rencana pelatihan dan bimbingan sesuai dengan hasil
Pengkajian.
3) Menyiapkan alat bantu mengajar (audio visual aids, AVA) dan bahan untuk
keperluan pelatihan dan bimbingan sesuai dengan rencana yang telah 
disusun.
4) Melaksanakan pelatihan untuk dukun bayi dan kader sesuai dengan rencana
yang telah disusun dengan melibatkan unsur-unsur terkait.
5) Membimbing peserta didik kebidanan dan keperawatan dalam lingkup
     Kerja.
6)Menilai hasil pelatihan dan bimbingan yang telah diberikan.
7)Menggunakan hasil evaluasi untuk meningkatkan program bimbingan.
8) Mendokumentasikan semua kegiatan termasuk hasil evaluasi pelatihan serta bimbingan secara sistematis dan lengkap.

B.       Fungsi BidanSebagaiPendidik
       Berdasarkan peran bidan seperti yang dikemukakan di atas, maka fungsi bidan adalah sebagai berikut.
1.      Memberi penyuluhan kepada individu, keluarga, dan kelompok masyarakat terkait dengan pelayanan kebidanan dalam lingkup kesehatan serta keluarga berencana.
2.      Membimbing dan melatih dukun bayi serta kader kesetan sesuai dengan
bidang tanggung jawab bidan.
3.      Memberi bimbingan kepada para peserta didik bidan dalam kegiatan praktikdi klinik dan di rumah sakit.
4.      Mendidik peserta didik bidan atau tenaga kesehatan lainnya sesuai dengan
bidang keahliannya.

C.      Persyaratan Peran Bidan Sebagai Education
1.    Memberi pelayanan kepada masyarakat yang bersifac khususatauspesialis.
2.    Melalui jenjang pendidikan yang menyiapkan bidan sebagai tenaga profesional.
3.    Keberadaannya diakui dan diperlukan oleh masyarakat.
4.    Memiliki kewenangan yang disahkan atau diberikan olehpemerintah.
5.    Memiliki peran dan fungsi yang jelas.
6.    Memiliki kompetensi yang jelas dan terukur.
7.    Memiliki organisasi profesi sebagai wadah.
8.    Memiliki kode etik bidan.
9.    Memiliki etika kebidanan.
10.     Memiliki standar pelayanan.
11.     Memiliki standar praktik.
12.     Memiliki standar pendidikan yangmendasari danmengembangkan profesi sesuai dengan kebutuhan pelayanan.
13.     Memiliki standar pendidikan berkelanjutan sebagai wahanpengembangan kompetensi.


BAB III
KESIMPULAN
3.1  Kesimpulan
Peran sebagai bidan yaitu melaksanakan profesinya, bidan memiliki peran sebagai pelaksana, pengelola,   pendidik, dan peneliti.Dalam peran bidan sebagai pendidik contahnya yaitu mencangkup :
1.      Mengkaji kebutuhan pendidikan dan penyuluhan kesehatan,khususnyadalam bidang kesehatan ibu, anak, dan keluarga berebcana bersama klien.
2.      Menyusun rencana penyuluhan kesehatan sesuai dengan kebutuhan yang  telah di kaji, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang bersama klien.
3.      Menyiapkan alat serta materi pendidikan dan penyuluhan sesuai dengan                rencana   yang disusun.
4.      Melaksanakan program/rencana pendidikan dan penyuluhan kesehatan  sesuai dengan rencana jangka pendek serta jangka panjang dengan melibatkan unsur-unsur terkait, termasuk klien.
5.      Mengevaluasi hasil pendidikan/penyuluhan kesehatan bersama klien dan   menggunakannya untuk memperbaiki serta meninglcatkan program dl masa yang akan datang.
6.      Mendokumentasikan semua kegiatan dan hasil pendidikan/ penyuluhan kesehatan secara lengkap serta sistematis.
7.      Memberikan pendidikan dan penyuluhan kesehatan kepada individu, keluarga, kelompok masyarakat tentang penanggulangan masalah kesehatan khususnya yang berhubungan dengan pihak terkait, KIA dan KB.
.

3.2Saran
               Penulis menyarankan untuk membaca makala ini, karena makalah ini membahas tentang  peran bidan sebagai EDUCATION ( pendidik ), selai peran bidan sebagai EDUCATIO. Di dalam makalah ini juga membahas, fungsi bidan dan peran profesi bidan. Sehingga pembaca di harapkan untuk membaca makalah ini, apa lagi sesama profesi bidan.
Penulis juga menyarankan kepada pembaca untuk mentaati semua peraturan-peraturan bidan dan kode etik bidan, tetapi di dlm makalah ini yang harus di perhatikan bidan sebagai peran pendidik yaitu :
Bidan harus memberi pendidikan dan penyuluhan kesehatan kepada klien (individu, keluarga, kelompok, serta maryarakat) tentang penanggulangan masalah kesehatan, khususnya yang berhubungarn dengan kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana.



DAFTAR PUSTAKA
1.      Htt://www. Google. Com
2.      Bennet, V. R., and Brown, L. K. 1993. Myles text book for midwives. Edinburgh:  Churchill Livingstone.
3.      Frith, L. 1996. Ethics and midwifery, issues in contemporrary practice. Oxford:  Butterworth Heinemann.
4.      Gilbert, N. 1993. Researching sosial life. London: Sage Publications.
5.      Pusdiknakes Depkes. RI. 1993. Asuhan Kesehatan Anak Dalam Konteks Keluarga. Jakarta: Depkes.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar