Kamis, 18 Oktober 2012

GINEKOLOGI


MAKALAH GINEKOLOGI
GANGGUAN HAID DAN SIKLUSNYA DALAM MASA REPRODUKSI














DI SUSUN OLEH
 NOVI KHOIROTUN NISAK





PRODI D III KEBIDANAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ‘ULUM
JOMBANG 
2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan tugas Ginekologi yang berkaitan gangguan haid dan siklusnya dalam masa reproduksi
            Penyusunan makalah ini merupakan tugas terstruktur dari mata kuliah Ginekologi pada PRODI D3 Kebidanan UNIPDU Jombang.
            Dalam penyusunan makalah ini kami berusaha menyajikan sebuah karya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan batas dan kemampuan yang kami miliki.
Pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati, kami mengucapkan terima kasih kepada :
1.             Dr. H.M. Zulfikar As’ad.MMR, selaku dekan Fakultas Ilmu Kesehatan     Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum.
2.             Hj. Sabrina Dwi Prihatini.SKM, selaku Ka.Prodi D-III kebidanan Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum.
3.             Muzayyaroh, SST selaku dosen pembimbing Mata Kuliah Ginekologi D-III kebidanan Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum.
4.             Orangtua kami yang sangat mendukung dan selalu mensuport segala aktivitas yang mendukung perkembangan akademik.
5.             Teman-teman D-III Kebidanan tingkat 2010 yang telah membantu melancarkan tugas dalam bentuk makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan-kekurangan. Karena itu kami mengharap kritik dan saran demi kesempurnaan makalah ini.
Akhirnya kami mengharap makalah ini bermanfaat bagi penyusun sendiri dan bagi mahasiswa AKBID pada umumnya.


Jombang, 26 Juni 2012


          Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG
Wanita yang telah mencapai usia baligh, secara normal akan mendapatkan haid tiap bulannya. Akan tetapi kondisinya belum tentu sama antara wanita satu dengan yang lainnya. Beberapa dari mereka mengalami kondisi yang normal, namun sebagian yang lain memiliki masalah-masalah seputar darah haid yang cukup mengganggu aktivitasnya. Ada baiknya para pembaca (khususnya wanita) mengetahui apa saja masalah-masalah dan gangguan-gangguan seputar darah haid. Sehingga kita bisa memiiliki pengetahuan tentangnya dan berharap bisa mencari solusinya.
Perempuan dapat memiliki berbagai masalah dengan menstruasi/haid mereka. Masalah tersebut dapat berupa tidak mengalami menstruasi sama sekali sampai menstruasi berat dan berkepanjangan. Menstruasi merupakan pendarahan bulanan yang berasal dari pelapis rahim melalui vagina pada wanita yang seksual dewasa dan tidak hamil. Lamanya pendarahan menstruasi rata-rata berlangsung antara 3-5 hari dengan siklus rata-rata 28 hari. Dalam kondisi normal, menstruasi tidak menyebabkan gangguan yang cukup berarti.
Namun pada sebagian wanita, menstruasi terkadang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan menjadi sangat menyiksa karena rasa sakit yang luar biasa (dymenorrhoea).
Terlambat haid atau menstruasi yang tidak teratur juga patut diwaspadai karena itu berarti telah terjadi abnormalitas pada siklus menstruasi.Rasa nyeri yang timbul selama menstruasi dapat disebabkan oleh berbagai faktor di antaranya faktor ketidakseimbangan hormon, yaitu terjadinya peningkatan sekresi hormon prostaglandin yang dapat menyebabkan kontraksi uterus yang berlebihan.
Menstruasi yang tidak teratur dapat disebabkan karena adanya gangguan hormon ataupun faktor psikis, seperti stress, depresi, dan lain-lain yang dapat mempengaruhi kerja hormon. Pola haid boleh saja tidak teratur, tetapi jika jarak antar menstruasi kurang dari 21 hari atau lebih dari 3 bulan, atau jika haid berlangsung lebih dari 10 hari maka Anda harus mewaspadai adanya masalah ovulasi atau kondisi medis lainnya.

  1. RUMUSAN MASALAH
1.      Apa saja klasifikasi dari ganguan haid dan siklusnya ?
2.      Terapi apa saja yang di berikan oleh bidan pada masing-masing gangguan haid dan siklusnya ?
3.      Bagaimana gangguan haid dan siklusnya itu bisa terjjadi ?
  1. TUJUAN
1.      Mengetahui beberapa ganggguan haid dan siklusnya
2.      Mengetahui beberapa terapi yang harus diberikan pada penderita gangguan haid dan siklusnya
3.      Mengetahui bagaimana gangguan haid dan siklusnya itu terjadi

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

  1. KLASIFIKASI
    Gangguan haid dan siklusnya dalam masa reproduksi dapat digolongkan dalam :
1.    Kelainan Dalam Banyaknya Darah Dan Lamanya Perdarahan Pada Haid : Hipermenorea atau Menoragia dan Hipomenorea
a.    Hipermenorea atau Menoragia
ü Definisi:Perdarahan haid lebih banyak dari normal atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari), kadang disertai dengan bekuan darah sewaktu menstruasi.
ü Sebab-sebab
1.   Hipoplasia uteri, dapat mengakibatkan amenorea, hipomenorea, menoragia. Terapi : uterotonika
2.   Asthenia, terjadi karena tonus otot kurang. Terapi : uterotonika, roborantia.
3.   Myoma uteri, disebabkan oleh : kontraksi otot rahim kurang, cavum uteri luas, bendunganpembuluh darah balik.
4.   Hipertensi
5.   Dekompensio cordis
6.   Infeksi, misalnya : endometritis, salpingitis.
7.   Retofleksi uteri, dikarenakan bendungan pembuluh darah balik.
8.   Penyakit darah, misalnya Werlhoff, hemofili
ü Tindakan Bidan
Memberikan anti perdarahan seperti ergometrin tablet/injeksi; untuk pemeriksaan selanjutnya; Merujuk ke fasilitas yang lebih tinggi dan lengkap.

b.   Hipomenorea
ü Definisi :Adalah perdarahan haid yang lebih pendek dan atau lebih kurang dari biasa.
ü Sebab-sebab
Hipomenorea disebabkan oleh karena kesuburan endometrium kurang akibat dari kurang gizi,penyakit menahunmaupun gangguan hormonal.
ü Tindakan Bidan
Merujuk ke fasilitas yang lebih tinggi dan lengkap.

2.    Kelainan Siklus : Polimenorea; Oligomenorea; Amenorea
a.    Polimenorea atau Epimenoragia
ü Definisi :Adalah siklus haid yang lebih memendek dari biasa yaitu kurang 21 hari, sedangkan jumlahperdarahan relatif sama atau lebih banyak dari biasa.
ü Sebab-sebab
Polimenorea merupakan gangguan hormonal dengan umur korpus luteum memendek sehinggasiklus menstruasi juga lebih pendek atau bisa disebabkan akibat stadium proliferasi pendek atau stadium sekresi pendek atau karena keduanya.
ü Terapi
Stadium proliferasi dapat diperpanjang dengan hormon estrogen dan stadium sekresi menggunakan hormone kombinasi estrogen dan progesteron

b.    Oligomenorea
ü Definisi Adalah siklus menstruasi memanjang lebih dari 35 hari, sedangkan jumlah perdarahan tetap sama.
ü Sebab-sebab
Perpanjangan stadium folikuller; perpanjangan stadium luteal; kedua stadium menjadi panjang; pengaruh psikis; pengaruh penyakit : TBC
ü Terapi
Oligomenorea yang disebabkan ovulatoar tidak memerlukan terapi, sedangkan bila mendekatiamenorea diusahakan dengan ovulasi.

c.    Amenorea
ü Definisi Adalah keadaan tidak datang haid selama 3 bulan berturut-turut.
1.        Amenorea Primer, apabila belum pernah datang haid sampai umur 18 tahun.
2.        Amenorea Sekunder, apabila berhenti haid setelah menarche atau pernah mengalami haidtetapi berhenti berturut-turut selama 3 bulan.
ü Sebab-sebab
Fisiologis; terjadi sebelum pubertas, dalam kehamilan, dalam masa laktasi maupun dalam masa menopaus, gangguan pada aksis hipotalamus hipofisis ovarium, kelainan kongenital, gangguan system hormonal, penyakit-penyakit lain, ketidak setabilan emosi, kurang zat makanan yang mempunyai nilai gizi lebih
ü Terapi
Terapi pada amenorea, tergantung dengan etiologinya. Secara umum dapat diberikanhormon-hormon yang merangsang ovulasi, iradiasi dari ovarium dan pengembalian keadaan umum, menyeimbangkan antara kerja-rekreasi dan istirahat.

3.    Perdarahan di luar haid : Metroragia
ü Definisi metroragia Adalah perdarahan yang tidak teratur dan tidak ada hubungannya dengan haid.
a.         Metroragia oleh karena adanya kehamilan; seperti abortus,kehamilan ektopik.
b.        Metroragia diluar kehamilan.
ü Sebab-sebab
a.         Metroragia diluar kehamilan dapat disebabkan oleh luka yang tidak sembuh; carcinoma corpusuteri, carcinoma cervicitis; peradangan dari haemorrhagis (seperti kolpitis haemorrhagia,endometritis haemorrhagia); hormonal.
b.        Perdarahan fungsional :
1)   Perdarahan Anovulatoar; disebabkan oleh psikis, neurogen, hypofiser, ovarial (tumor atau ovarium yang polikistik) dan kelainan gizi, metabolik, penyakitakut maupun kronis.
2)   Perdarahan Ovulatoar; akibat korpus luteum persisten, kelainanpelepasan endometriumhipertensikelainan darah dan penyakit akut ataupun kronis.
ü Terapi : kuretase dan hormonal.


4.         Ganguan lain yang ada hubungan dengan haid : pre menstrual tension (ketegangan pra haid) Mastodinia; Mittelschmerz (rasa nyeri pada ovulasi) dan Dismenorea

  1. Pre Menstrual Tension (Ketegangan Pra Haid)

ü Ketegangan sebelum haid terjadi beberapa hari sebelum haid bahkan sampai menstuasi berlangsung. Terjadi karena ketidakseimbangan hormone estrogen dan progesterone menjelang menstruasi. Pre menstruasi tension terjadi pada umur 30-40 tahun.
ü Gejala klinik dari pre menstrual tension adalah gangguan emosional; gelisah, susah tidur, perut kembung, mual muntah, payudara tegang dan sakit terkadang merasa tertekan
ü Terapi
Olahragaperubahan diet (tanpa garam, kopi dan alkohol); mengurangi stress; konsumsi antidepressan bila perlu; menekan fungsi ovulasi dengan kontrasepsi oral, progestin; konsultasi dengan tenaga ahli, untuk pemeriksaan lebih lanjut.

  1. Mastodinia atau Mastalgia
ü Definisi Adalah rasa tegang pada payudara menjelang haid.
ü Sebab-sebab : Disebabkan oleh dominasi hormon estrogen, sehingga terjadi retensi air dan garam yang disertai hiperemia didaerah payudara.

  1. Mittelschmerz (Rasa Nyeri pada Ovulasi)
ü Definisi Adalah rasa sakit yang timbul pada wanita saat ovulasi, berlangsung beberapa jam sampai beberapa hari di pertengahan siklus menstruasi. Hal ini terjadi karena pecahnya folikel Graff. Lamanya bisa beberapa jam bahkan sampai 2-3 hari. Terkadang Mittelschmerz diikuti oleh perdarahan yang berasal dari proses ovulasi dengan gejala klinis seperti kehamilan ektopik yang pecah.

  1. Dismenorea 
ü Definisi Adalah nyeri sewaktu haidDismenorea terjadi pada 30-75 % wanita dan memerlukan pengobatan. Etiologi dan pathogenesis dari dismenore sampai sekarang belum jelas.



1.   Dismenorea Primer (dismenore sejati, intrinsik, esensial ataupun fungsional); adalah nyeri haid yang terjadi sejak menarche dan tidak terdapat kelainan pada alat kandungan. Sebab : psikis (konstitusional : anemia, kelelahan, TBC), (obstetric : cervic sempit, hyperanteflexio, retroflekxio), endokrin (peningkatan kadar prostaglandin, hormone steroid seks, kadar vasopressin tinggi). Etiologi : nyeri haid dari bagian perut menjalar ke daerah pinggang dan paha terkadang disertai dengan mual dan munta, diare, sakit kepala dan emosi labil. Terapi psikoterapi, analgetika, hormonal.

2.   Dismenorea Sekunder; terjadi pada wanita yang sebelumnya tidak mengalami dismenore. Hal ini terjadi pada kasus infeksi, miomasubmucosa, polip corpus uteri, endometriosis, retroflekxiouteri fixate, gynatresi, stenosis kanalis servikalis, adanya  AKDR, tumor ovarium. Terapi : causal (mencari dan menghilangkan penyebabnya)



BAB III
PENUTUP
A.      KESIMPULAN
Gangguan haid dan siklusnya dalam masa reproduksi dapat digolongkan dalam :
1.      Kelainan Dalam Banyaknya Darah Dan Lamanya Perdarahan Pada Haid : Hipermenorea atau Menoragia dan Hipomenorea
2.      Kelainan Siklus : Polimenorea; Oligomenorea; Amenorea
3.      Perdarahan di luar haid : Metroragia
4.      Ganguan lain yang ada hubungan dengan haid : pre menstrual tension (ketegangan pra haid) Mastodinia; Mittelschmerz (rasa nyeri pada ovulasi) dan Dismenorea

B.       SARAN
Penulis menyarankan untuk membaca makala ini, karena makalah ini membahas tentang gangguan haid dan siklusnya.
Penulis juga menyarankan kepada pembaca khususnya mahasiswa kebidanan untuk memahami dengan seksama bagaimna gangguan haid dan siklusnya . Dan sebagai mahasiswa kebidanan diharakan selalu meningkatkan pengetahuannya

DAFTAR PUSTAKA

Adobe Reader-[cdk_133_obstertri_dan_ginekologi.pdf]. Junizar, Galya, dkk, 2001. PengobatanDismenore Secara Akupuntur. KSMF Akupunktur Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Ciptomangunkusumo. Jakarta.
Adobe Reader-[Amenorea.pdf].
Bagian Obstetric dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. 1981. Ginekologi. Elstar Offset, Bandung.
Manuaba, IBG, 1999. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Arcan. Jakarta.
Manuaba, IBG, 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan Keluarga Berencana Untuk Bidan. EGC. Jakarta.
Sarwono, 1999. Ilmu Kandungan. Yayasan Bina Pustaka. Jakarta.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar