Kamis, 18 Oktober 2012

ASKEB HIPEREMESIS GRAFIDARUM


BAB I
PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG
       Kehamilan merupakan hal yang fisiologis, meskipun selama kehamilan banyak hal yang berubah dalam tubuh. Kehamilan yang menyangkut nyawa ibu dan anak harus diperhatikan, sebab kehamilan bukanlah sekedar menyimpan anak dalam jangka waktu 9 bulan kemudian siap dilahirkan. Namun kehamilan harus memperhatikan kesehatan ibu dan anak. Selama masa kehamilan banyak hal patologis juga yang dialami ibu sesuai dengan situasi dan kondisi. Salah satu hal patologis ialah hyperemesis gravidarum dan Abortus.
 Hyperemesis Gravidarum merupakan mual dan muntah yang berlebihan disaat kehamilan, yang menyebabkan dehidrasi, defisiensi nutrisi, penurunan berat badan dan mengganggu pekerjaan sehari-hari. Ibu hamil membutuhkan nutrisi yang baik agar pertumbuhan dan perkembangan bayi secara sempurna, namun bila ibu hamil mengalami Hyperemesis Gravidarum, nutrisi ibu berkurang sehingga mengancam pertumbuhan dan perkembangan bayi. Masalah ini perlu diatasi dan ditanggulangi, dalam menangani ibu hamil yang mengalami hal ini harus sesuai dengan keadaan ibu.
Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum ) adalah gejala yang wajar dan sering kedapatan pada kehamilan trimester I. mual biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi dapat pula timbul setiap saat dan malam hari. Gejala – gejala ini kurang lebih terjadi 6 minggu setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsung selama ± 10 minggu. 

Mual dan muntah terjadi pada 60-80 % primigravida dan 40-60 % multigravida. satu diantara seribu kehamilan gejala – gejala ini menjadi lebih berat. Perasan mual ini disebabkan oleh karena meningkatnya kadar hormone estrogen dan HCG dalam serum. Asuhan kebidanan patologi pada ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum meliputi data subyektif dan data obyektif. Data subyektif berisi identitas, alasan datang, riwayat perkawinan, riwayat kesehatan, riwayat obstetri, riwayat KB, pola kehidupan sehari-hari, data pengetahuan ibu. Sedangkan data obyektif berisi vital sign, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan obstetri.



B.        TUJUAN
1.       Tujuan Umum
Tenaga kesehatan mampu melaksanakan Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dengan Hiperemesis Gravidarum dengan metode Varney.
2.      Tujuan Khusus
Diharapkan Tenaga Kesehatan mampu melaksanakan Asuhan dengan menggunakan 7 langkah Varney, yang meliputi :
a.       Mampu melakukan pengkajian dengan pengumpulan data pada Ibu Hamil Dengan Hiperemesis Gravidarum.
b.      Mampu menentukan interpretasi data pada Ibu Hamil Dengan Hiperemesis Gravidarum.
c.        Mampu menentukan diagnosa potensial pada Ibu Hamil Dengan Hiperemesis Gravidarum.
d.       Mampu menentukan tindakan segera terhadap masalah yang muncul pada kasus Ibu Hamil Dengan Hiperemesis Gravidarum.
e.        Mampu merencanakan asuhan pada Ibu Hamil Dengan Hiperemesis Gravidarum.
f.        Mampu melaksanakan asuhan pada Ibu Hamil Dengan Hiperemesis Gravidarum.
g.       Mampu mengevaluasi asuhan kebidanan yang telah diberikan pada Ibu Hamil Dengan Hiperemesis Gravidarum.

C.      MANFAAT
1.      Bagi penulis
Dapat menerapkan ilmu yang telah didapat dimeja perkuliahan, terutama yang berhubungan dengan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum
2.      Bagi lahan
Dapat mengevaluasi kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum



BAB II
TINJAUAN TEORI
A.      Pengertian
Hyperemesis gravidarum adalah keluhan mual muntah pada ibu hamil yang terus menerus secara klinis muntah sampai 10 x lebih.
B.       Tanda dan Gejala
Tergantung dari beratnya dehidrasi yang terjadi. Berdasarkan gejala-gejalanya dibedakan tiga tingkatan :
Tingkat I
a. Muntah yang terus menerus menyebabkan menurunnya keadaan umum pasien
b. Pasien tampak lemah
c. Nafsu makan berkurang
d. Nyeri di epigastrium
e. Nadi meningkat 100 x per menit
f. Tekanan darah menurun
g. Turgor kulit berkurang, mata cekung

Tingkat II
a. Pasien tampak lebih lemah dan apatis
b. Turgor kulit lebih mengurang
c. Lidah kering, tampak kotor
d. Nadi kecil dan cepat
e. Suhu naik
f. Mata cekung dan agak ikterik
g. Berat badan menurun dan tensi menurun
h. Hemokonsentrasi
i. Oliguria dan konstipasi
j. Aseton dapat tercium dari hawa pernapasan dapat ditemukan dalam air kencing

Tingkat III
a. KU sangat menurun darri sourolem sampai koma
b. Muntah berhenti
c. Nadi kecil dan lebih cepat
d. Suhu meningkat
e. Tensi turun
f. Eusephalopatia ………… dan dapat terjadi yang merupakan komplikassi total pada susunan saraf pusat
C.      Pato Fisiologi
Penyebab hyperemesis gravidarum belum diketahui pasti, ada beberapa factor predisposisi yang diduga dapat mencetuskan keadaan tersebut, yaitu
1.      Faktor hormonal
Pda trimester I, kehamilan ganda, mola hidatidosa dimana kadar HCg dalam darah tinggi, maka terjadi hiperemesis gravidarum lebih 5 mg, dijumpai sebaliknya pada misabortion dengan menurunnya kadar HCg, gejala muntah, mual berkurang atau tidak ada.
2.      Faktor organic
Diduga masuknya villi charialis ke dalam sirkulasi ibu, yang oleh ibu dianggap benda asing, menyebabkan timbulnya reaksi imunologi, perubahan metabolic glikogen hati yang disebabkan oleh kehamilan, serta resistensi ibu jauh menurun terhadap factor-faktor tersebut.
3.      Faktor psikologik
Konflik mental dapat memperbesar keluhan mual dan muntah sebagai ekspresi tidak sadar terhadap……………. Menjadi hamil / sebagai pelarian dari konflik tersebut.
D.       Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan laborat untuk menilai ada tidaknya kerusakan fungsi ginjal, elektrolit, darah rusiu, keton dalam urin.
E.       Terapi Medik
1.      Berikan penjelasan kepada klien dan keluarganya tentang patofisiologi pada hiperemesis grafidarum
2.       Atur pola makan dengan cara sedikit-sedikit tapi sering (kebutuhan terpenuhi)
3.      Hindarkan makanan dengan aroma yang merangsang mual /muntah
4.      Bila cara tersebut di atas tidak mengurangi, diberikan terapi obat dank lien dipuasakan :
a.          Pasang infuse
b.         Berikan nutrisi parental
c.          Obat-obat misalnya priumperan
5. Monitor keseimbangan cairan dan elektrolit
6. Monitor tanda-tanda vital
7. Bila keadaan membaik rasa mual dan muntah berkurang / hilang, dimulai pemberian nutrisi secara oral dan bertahap
Penanganan dari pendapat lain :
  1. Pencegahan dengan memberikan informasi dan edukasi tentang kehamilan kepada ibu – ibu dengan maksud menghilangkan faktor psikis rasa takut, juga tentang diit ibu hamil, makan jangan sekaligus banyak, tetapi dalam porsi sedikit – sedikit namun sering, jangan tiba – tiba berdiri waktu bangun pagi, akan terasa oyong, mual dan muntah, defekasi hendaknya diusahakan teratur
  2. Terapi obat, menggunakan sedative (luminal, stesolid), vitamin (B1 dan B6), anti muntah (mediamer B6, drammamin, avopreg, avomin, torecan), antasida dan anti mulas
  3. Hiperemesis gravidarum tingkat II dan III harus dirawat inap dirumah sakit :
a.         Kadang – kadang pada beberapa wanita hanya tidur dirumah sakit saja, telah banyak mengurangi mual muntahnya
b.         Isolasi, jangan terlalu banyak tamu, kalau perlu hanya perawat dan dokter saja yang boleh masuk, kadang kala hal ini saja tanpa pengobatan khusus telah mengurangi mual dan muntah
c.         Terapi psikologik. Berikan pengertian bahwa kehamilan adalah suatu hal yang wajar, normal dan fisiologis, jadi tak perlu takut dan khawatir. Cari dan coba hilangkan faktor psikologis seperti keadaan sosio ekonomi dan pekerjaan serta lingkungan
d.        Penambahan cairan. Berikan infuse dekstrosa / glukosa 5% sebanyak 2-3 liter dalam 24 jam
e.         Berikan obat – obatan seperti telah dikemukakan diatas






BAB II
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NY. “N” UMUR 24 TH. G1P00000 UMUR KEHAMILAN 9MINGGU DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM
DI RSUD JOMBANG

No. Register        : 12546896
Masuk RS tanggal: Senin, 25-07-  2012 jam                      : 09.00 WIB
Dirawat di ruang : Anggrek
 Pengkajian Tgl   : 25-07-2012  
jam                      :09.00 WIB,

A.       Subyektif
1.      Identitas
Nama                                : Ny ”N” 
Umur                                 : 24 Tahun
Agama                              : Islam
Pendidikan                                    : SMA
Pekerjaan                          : IRT
Suku/Bangsa                   : Jawa/Indonesia
Alamat              : Karang tengah Muntilan
Nama : Tn “I”
Umur : 25 Tahun
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Buruh Tani
Suku/bangsa : Jawa/Indonesia
Alamat : Karang Tengah Muntilan           

2.      Alasan Datang
Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilanya
3.      Keluhan Utama
Ibu mengatakan sejak seminggu yang lalu tiap makan dan minum merasa mual, muntah, serta pusing. Ibu mengatakan muntah lebih dari 10 x/hari.
4.      Riwayat Menstruasi
Menarche umur  : 13 tahun
lama                     :  5-6 hari 
siklus                    : 29 hari
keluhan                 : Tidak ada
Warna             : merah
Konsistensi     : cair
Bau                  : khas
5.      Riwayat perkawinan
Lama                                             : 1 th
Menikah ke                                   : I
Usia menikah pertama kali          : 23 th

6.      Riwayat Obstetrik            : G1P000000
Hamil ke
Persalinan
Nifas
Tgl lahir
Umur kehamilan
Jenis persalinan
Penolong
komplikasi
Jenis kelamin
BB lahir
(gram)
laktasi
komplikasi
I
Kehamilan sekarang

7.      Riwayat kontrasepsi yang digunakan
Ibu mengatakan belum pernah menggunakan alat kontrasepsi apapun
8.      Riwayat Kehamilan sekarang
a.    HPHT  : 16-01- 2011
b.     HPL     : 23-10-2011
c.    Imunisasi TT : Belum
d.      Pergerakan janin dalam 24 jam terakhir : Belum dirasakan
9.         Riwayat Kesehatan
a.    Penyakit yang pernah/sedang diderita ( menular, menurun, dan menahun)
Ibu mengatakan tidak pernah atau sedang menderita penyakit menular seperti HIV, TBC, PMS. Menurun seperti hipertensi, DM, Asma. Menahun seperti jantung, paru-paru, ginjal.
b.        Penyakit yang pernah/ sedang diderita keluarga ( menahun, menurun, menahun). Ibu mengatakan baik dari keluarga ibu maupun suami tidak pernah penyakit menular seperti HIV, TBC, PMS. Menurun seperti hipertensi, DM, Asma. Menahun seperti jantung, paru-paru, ginjal.
c.      Riwayat keturunan kembar
Ibu mengatakan baik dari keluarga ibu maupun suami tidak ada keturunan kembar.
d.   Riwayat operasi
Ibu mengatakan belum pernah melakukan operasi
e.    Riwayat alergi
Ibu mengatakan tidak  alergi obat.
10.  Pola Kebutuhan Sehari-hari
a.                    Pola nutrisi           
ü  Sebelum hamil 
Makan : 3x/hari, Jenis (nasi, lauk, sayur), Porsi 1 piring, pantangan tidak ada, keluhan tidak ada.
Minum : 5-6x/hari, jenis (air putih, teh),
                       
ü  Saat Hamil     
Makan : 3x/hari, jenis (Nasi, lauk, sayur, buah), porsi ½ piring, pantangan tidak ada, keluhan Mual muntah
Minum : 7-8x/hari, Jenis (air putih, teh, susu), porsi 1 gelas, pantangan tidak ada, keluahan tidak ada
b.    Pola eliminasi
ü  BAB
Sebelum hamil :
Frekuensi              : 1x sehari                                           
Warna                   : kuning khas feses                             
Konsistensi           : lunak                                                 
Keluhan                : tidak ada                                           
Saat hamil
Frekuensi : 2 hari sekali
Warna : kuning kecoklatan
Konsistensi : keras
Keluhan : susah BAB 
ü  BAK
Sebelum hamil :
Frekuensi              : 4-5x /hari                                          3 -4 x/hari
Warna                   : kuning jernih                                                Kuning
Konsistensi           : cair                                                    cair
Keluhan                : tidak ada                                           pipis sedikit
            Saat hamil :
Frekuensi         : 6-7x/hari
Warna              : kuning jernih
Konsistensi      : cair
Keluhan           : BAK sedikit-sedikit tapi sering

c.     Pola istirahat
ü             Sebelum hamil: tidur siang jam 13.00-14.00 WIB (1 jam), tidur malam jam 21.00-04.30 WIB (7 ½ jam)
ü             Saat hamil : tidur siang jam 13.00-14.30 WIB (1 ½ jam), tidur malam jam 20.00-04.30 WIB ( 8 jam )


d.   Personal hygiene 
ü  Sebelum hamil :
Mandi                   : 2x sehari                                           
Gosok gigi            : 2x sehari                                           
Ganti pakaian       : 1x sehari                                           
Mencuci rambut   : 2x seminggu                                     
ü  Saat hamil
Mandi                   : 2x sehari                                           
Gosok gigi            : 2x sehari                                           
Ganti pakaian       : 1x sehari                                           
Mencuci rambut   : 3x seminggu                                     

e.    Pola seksualitas
ü  Sebelum hamil : frekuensi 3x seminggu
ü  Saat hamil        : frekuensi jarang 1x seminggu
f.     Pola aktivitas( terkait kegiatan fisik, olahraga)
Ibu mengatakan melakukan kegiatan rumah tangga sendiri seperti memasak mencuci, menyapu ibu jarang melakukan kegitan olahraga

11.  Kebiasaan yang mengganggu kesehatan (merokok, minum jamu, minuman beralkohol) Ibu mengatakan tidak pernah merokok, minum jamu, dan minum minuman beralkohol.
12.  Psikososiospritual ( penerimaan ibu/ suami/keluarga terhadap kehamilan, dukungan sosial, perencanaan persalinan, pemberian ASI, perawatan bayi, kegiatan ibadah, kegiatan sosial dan persiapan keuangan ibu dan keluarga)
a.         Ibu senang dengan kehamilannya
b.         Keluarga dan suami senang dengan kehamilan ibu
c.         Ibu dan keluarga cemas dengan keadaan ibu saat ini
d.        Ibu selalu menjalankan shalat 5 waktu
e.         Kegiatan sosial: ibu senang mengikuti kegiatan sosial dikampungnya

13.   Pengetahuan ibu (tentang kehamilan, persalinan dan laktasi)
Ibu mengatakan belum pernah mendapatkan informasi mengenai kehamilan, persalinan dan laktasi.
14.  Lingkungan yang berpengaruh( sekitar rumah dan hewan peliharaan)
a.         Lingkungan sekitar rumah ibu bersih
b.         Ibu tidak memiliki hewan peliharaan
B.       Data Obyektif
1.      Pemeriksaan Umum
KU                        : Lemah
Kesadaran             : Apatis
Status Emosional  : Cemas
Tanda vital    :
            Tekanan Darah           : 90/70 mmHg                    Nadi    : 105 x/menit
                        Pernafasan                  : 26x/menit                         Suhu    : 38 0C
TB                         :     159 cm
BB                         :     Sebelum hamil         : 59 kg
                                                Sekarang                   : 58 kg
LILA                     :     25 cm
2.      Pemeriksaan Fisik
a.       Inspeksi
Kepala               : Rambut hitam, lurus, tidak rontok, kulit kepala cukup bersih, tidak ada ketombe, tidak ada lesi dan benjolan.
Muka                 : Tidak ada cloasma gravidarum, pucat, dan tidak odema
Mata                  : Simetris, conjungtivva pucat, sklera agak ikterus,
Hidung              : Simetris, bersih, tidak ada polip, tidak ada secret, septumnasi ada.
Mulut                 : Simetris, tidak sumbing, bibir kering, stomatitis tidak ada gigi cukup bersih, ada caries, tidak ada gigi palsu, lidah cukup bersih.
Telinga               : Sejajar dengan mata, tidak ada benjolan, tidak ada lesi ataupun serumen.
Leher                 : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, getah bening, dan bendungan vena jugularis.
Dada                  : Tidak ada tarikan dinding dada/retraksi, pernapasan normal.
Mamae               : Bentuk Simetris, terdapat pembesaran payudara, padat, menonjol, hyperpigmentasi areola mamae, puting susu menonjol, colostrum Å/Å.
Ketiak                : Tidak ada pembesaran kelenjar lymfe.
Perut                  : Pembesara sesuai usia kehamilan, terdapat linea nigra, tidak terdapat bekas operasi, striae gravidarum ada.
Genetalia           : Terdapat lendir dan darah, tidak ada varises dan oedema.
Anus                  : Tidak ada hemoroid.
Ekstrimitas  Atas     : Tidak ada varises, tidak ada gangguan pergerakan dan tidak oedema.
                    Bawah : Varises tidak ada, tidak ada gangguan pergerakan dan tidak oedema.
b.      Palpasi
Kepala     : Tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan.
Leher       : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, kelenjar getah bening dan bendungan vena jugularis.
Mamae     : Tidak teraba tumor, tidak ada nyeri tekan, konsistensi tegang, colostrum sudah keluar Å/Å.
Perut        : Leopold     I   :belum teraba
                  Leopold   II   : balotment
                  Leopold   III  : -
                  Leopold   IV  : -
Pemeriksaan panggul :
a.  Distansia spinarum    : 24 cm
b.   Distansia cristarum   : 29 cm
c.  Konjugata eksterna    : 18 cm
d.   Lingkar panggul        : 80 cm

c.       Auskultasi
Ibu : Tidak terdengar wheezing dan ronchi

d.      Perkusi
Reflek patella : Å/Å

3.      Pemeriksaan Penunjang                          
 Tanggal: 25 Maret 2011 jam: 09.00 WIB
a.       HB : 10 mg%

C.       Analisa data
  1.  Diagnosa Kebidanan : Seorang ibu Ny “N” umur 24 tahun GIP0A0AH0 Umur kehamilan 9  minggu dengan hiperemesis gravidarum tingkat II
DS :
ü  Ibu mengatakan berumur 24 Tahun
ü  Ibu mengatakan ini adalah kehamilan yang pertama
ü  Ibu mengatakan tidak pernah keguguran
ü  Ibu mengatakan HPHTnya tanggal 16-01- 2011
ü Ibu mengatakan Ibu mengatakan sejak seminggu yang lalu tiap  makan dan minum merasa mual, muntah, serta pusing. Ibu mengatakan muntah lebih dari 10 x/hari.
ü  Ibu mengatakan susah buang air besar dan pipis sedikit
DO :
KU                        : Lemah
Kesadaran             : Apatis
Status Emosional  : Cemas
Tanda vital            :
      Tekanan Darah    : 90/70 mmHg                Nadi   :105 x/menit
                            Pernafasan : 26x/menit                              Suhu    : 38 0C
TB                         : 159 cm
BB                         : Sebelum hamil         : 59 kg
                                                      Sekarang                   : 58 kg
LILA                     : 25 cm
-        Payudara membesar, aerola hiperpigmentasi, putting susu menonjol
-        Muka ibu pucat,mata cekung, konjungtiva pucat, sclera mata agak ikterik, bibir kering,lidah kotor, turgor kulit berkurang.
-        HB : 10 mg%
  1. Masalah
-Asupan Nutrisi berkurang
- Ibu cemas dengan keadaannya
Dasar: -Ibu makan dengan frekuensi 3x/hari, porsi ½ piring. Minum 3-4x/hari, porsi ½ gelas
            -Ibu cemas dengan keadaannya
  1.  Kebutuhan
      - Informasi tentang keadaan ibu
      -KIE tentang gizi
  1.   Diagnosa Potensial
Hiperemesis Gravidarum Tingkat III
  1. Antisipasi Masalah/Tindakan Segera
a.         Memasang infuse D5%
b.         Berkolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat :
Memberi obat seperti avomin (Antihistaminika) dan memberi vitamin


D.  Penatalaksanaan(Intervensi,Implementasi,valuasi )                                             
Tanggal/jam: 25 Maret 2011 jam 09.05 WIB                     
1.      Beritahu ibu dan keluarga tentang kondisi ibu saat ini, .     Memberitahu pada ibu dan keluarga tentang kondisi ibu, bahwa kondisi ibu sedang lemah,  ibu memerlukan perawatan dan pengawasan yang khusus, Ibu dan keluarga telah diberitahu kondisi dan keadaan ibu saat ini
2.      Pasang infuse (advis dokter), Memasang infuse D5% sebagai pengganti cairan yang hilang untuk menambah tenaga ibu karena mengandung glukosa (advis dokter). Ibu sudah terpasang infuse D5% dengan jumlah tetesan 20 tetes/menit sebagai pengganti cairan
3.      Berikan terapi obat dan vitamin (advis dokter),  Memberi ibu terapi obat Avomin 3×1 sebagai anti muntah dan Vitamin B1 untuk memenuhi kebutuhan vitamin ibu (advis dokter), Ibu telah diberikan terapi obat dan vitamin
4.      Anjurkan ibu untuk bedrest, Menganjurkan ibu untuk bedrest agar kondisi tubuhnya segera pulih, Ibu bersedia untuk bedrest.
5.      Tempatkan ibu di dalam kamar yang tenang, penerangan yang cerah, dan ventilasi udara yang baik,  Menempatkan ibu di dalam kamar yang tenang, penerangan yang cerah, dan ventilasi udara yang baik agar ibu dapat beristirahat tanpa adanya gangguan, Ibu sudah berada di dalam kamar yang tenang dan nyaman
6.      Batasi jumlah pengunjung,    Membatasi jumlah pengunjung karena ibu memerlukan suasana tenang dan nyaman untuk dapat beristirahat,Pengunjung telah diberi pengertian untuk tidak masuk semua kedalam kamar
7.      Anjurkan ibu untuk makan dalam jumlah yang kecil tapi sering,  Menganjurkan ibu untuk makan dalam jumlah yang kecil tetapi sering, sewaktu bangun pagi jangan segera turun dari tempat tidur, tetapi dianjurkan untuk makan roti kering atau biscuit dengan jahe hangat,  Ibu akan mencoba untuk makan dalam porsi yang kecil tapi sering dan bersedia untuk makan biscuit di pagi hari
8.       Beritahu ibu untuk menghindari makanan yang berminyak dan berbau lemak, Memberitahu ibu untuk menghindari makanan yang berminyak dan berbau lemak karena jenis makanan ini dapat merangsang rasa mual-mual.  Ibu bersedia untuk menghindari makanan yang berminyak dan berbau lemak.



CATATAN PERKEMBANGAN
Tanggal 25 Maret 2011,  jam 12.15 WIB

  1. SUBJEKTIF
Ibu mengatakan masih merasa mual sedikit, tidak muntah, tidak panas dan masih merasa pusing, ibu juga masih merasa lemas

  1. OBJEKTIF
-        KU : Cukup
-        Kesadaran : compos mentis
-        TTV :          TD :100/70 mmHg                                   R : 24x/menit
N   : 90 x/menit                                        S : 370C
-     Muka pucat, konjungtiva anemis, perut tidak nyeri

  1. ASSESMENT
-        Seorang ibu umur 24 Tahun G1P00000 Umur kehamilan 9 Minggu dengan hiperemesis gravidarum tingkat II

  1. PLANNING                                       Tanggal 25 Maret 2011,  jam 12.18 WIB
a.      Observasi KU, TTV
b.     Infus D5% habis sambung lagi dengan yang sama
c.      Anjurkan ibu untuk bedrest
d.     Batasi jumlah pengunjung
e.      Beri support dan motivasi pada ibu
f.      Anjurkan ibu untuk makan dalam jumlah yang kecil tapi sering
g.     Beritahu ibu untuk menghindari makanan yang berminyak dan berbau amis


Tanggal 25 Maret 2011,  jam 13.30 WIB

  1. DATA SUBJEKTIF
-        Ibu mengatakan tidak merasa mual, tidak muntah, tidak panas, tidak lemas, tapi masih sedikit pusing



  1. DATA OBJEKTIF
-        KU : Baik
-        Kesadaran : compos mentis
-        TTV
TD :110/70 mmHg                                   R : 24x/menit
N   : 82 x/menit                                        S : 370C
-     Muka pucat, konjungtiva anemis, perut tidak nyeri

  1. ASSESMENT
-        Seorang ibu umur 24 Tahun G1P00000 Umur kehamilan 9+5 Minggu dengan hiperemesis gravidarum tingkat II

  1. PLANNING                                       Tanggal 25 Maret 2011,  jam 11.35 WIB
a.        Observasi KU, TTV
b.        Aff Infus
c.        Anjurkan ibu untuk bedrest
d.        Anjurkan ibu untuk makan dalam jumlah yang kecil tapi sering
e.        Beritahu ibu untuk mengurangi aktivitas yang berlebihan
f.         Beritahu ibu untuk menghindari makanan yang berminyak dan berbau amis


BAB III
PENUTUP
A.                KESIMPULAN
Hyperemesis gravidarum adalah keluhan mual muntah pada ibu hamil yang terus menerus secara klinis muntah sampai 10 x lebih. Tanda dan Gejala Tergantung dari beratnya dehidrasi yang terjadi. Berdasarkan gejala-gejalanya hyperemesis gravidarum tingkat II tanda dan gejalanya adalah seperti :
a. Pasien tampak lebih lemah dan apatis
b. Turgor kulit lebih mengurang
c. Lidah kering, tampak kotor
d. Nadi kecil dan cepat
e. Suhu naik
f. Mata cekung dan agak ikterik
g. Berat badan menurun dan tensi menurun
h. Hemokonsentrasi
i. Oliguria dan konstipasi
j. Aseton dapat tercium dari hawa pernapasan dapat ditemukan dalam air kencing
Penyebab hyperemesis gravidarum belum diketahui pasti, ada beberapa factor predisposisi yang diduga dapat mencetuskan keadaan tersebut, yaitu Faktor hormonal, Faktor organic dan Faktor psikologik. Pemeriksaan laborat untuk menilai ada tidaknya kerusakan fungsi ginjal, elektrolit, darah rusiu, keton dalam urin. Terapi Medik :
1.      Berikan penjelasan kepada klien dan keluarganya tentang patofisiologi pada hiperemesis grafidarum
2.       Atur pola makan dengan cara sedikit-sedikit tapi sering (kebutuhan terpenuhi)
3.      Hindarkan makanan dengan aroma yang merangsang mual /muntah
4.      Bila cara tersebut di atas tidak mengurangi, diberikan terapi obat dank lien dipuasakan :
a.       Pasang infuse
b.      Berikan nutrisi parental
5.      Obat-obat misalnya priumperan
6.       Monitor keseimbangan cairan dan elektrolit
7.      Monitor tanda-tanda vital
8.       Bila keadaan membaik rasa mual dan muntah berkurang / hilang, dimulai pemberian nutrisi secara oral dan bertahap
B.                SARAN
Penulis menyarankan untuk membaca makala ini, karena makalah ini membahas tentang ASKEB pada Ibu Hamil Trimester I Dengan Hyperemesis Gravidarum Tinggkat II
Penulis juga menyarankan kepada pembaca khususnya mahasiswa kebidanan untuk memahami dengan seksama bagaimna gangguan haid dan siklusnya . Dan sebagai mahasiswa kebidanan diharakan selalu meningkatkan pengetahuannya.





DAFTAR PUSTAKA

Prof. Drs. Rustam Mochtar, MPH, EGC. 1990. Sinopsis Obstetri. Jakarta
Friedman. 1998. Seri Skema Diagnosa dan Penatalaksanaan Obstetri. Binarupa Aksara, Jakarta
Silvia Vervalls, SRN. SCM. MTT. EGC. Anatomi dan Fisiologi Terapan Dalam Kebidanan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar