Jumat, 11 Januari 2013

askeb


KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, yang mana berkat rahmat taufik serta hidanyah-nyalah, sampai akhirnya asuhan kebidanan ini dapat disusun dan terselesaikan. Sholawat serta salam tak lupa kita panjatkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang yakni addinul islam wal iman.
Pada penyusunan asuhan kebidanan ini dapat terselesaikan tak jauh dari berbagai pihak yang telah memberikan dukungan baik secara langsung maupun tidak langsung pada penulis. Pada akhirnya pada tempat kiranya penulis menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan terima kasih sebesar-besarnya kepada :
1.      Prof. Dr. H. Ahamad Zahro, selaku Rektor Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum Jombang.
2.      Dr. H. M. Zulfikar As’ad Umar, MMR selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum Jombang
3.      Ibu Hj. Sabrina Dwi Prihartini, SKM selaku Direktur Prodi D-III Kebidanan FIK Universitas Pesanren Tinggi Darul ‘Ulum Jombang.
4.      Dian Puspityani, M.Kes selaku pembimbing akademik
5.      Ibu Hj. Eni Susilowati, Amd.Keb selaku pembimbing praktek
6.      Semua teman-teman mahasiswa D-III Kebidanan yang telah membantu saya baik secara langsung maupun tidak langsung.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa asuhan kebidanan ini masih jauh dari kesempurnaan, sehingga kritik dan saran dari pembaca sekalian kami harapkan. Semoga asuhan kebidanan ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jombang, 23 Desember 2011

    Penulis







BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
Persalinan normal adalah terjadinya kelahiran bayi aterm dengan proses pervaginam alami tanpa komplikasi.Telah terbukti bahwa persalinan pervaginam lebih aman daripada persalinan per abdominan.Aspek penting dalam persalinan normal adalah kasih sayang,keamanan,dan kepuasan pasien.
Menurut Survey Demografi Dan Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2002-2003,Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi yaitu 307 per 100.000 kelahiran hidup,sedangkan Angka Kematian Bayi Baru Lahir sebesar 25 per 1000 kelahiran hidup.
3 sebab pokok angka kematian Ibu tersebut adalah:
1.            Masih kurangnya pengetahuan mengenai sebab dan penaggulangan komplikasi-komplikasi penting dalam kehamilan,persalinan serta nifas.
2.            Kurangnya pengertian dan pengetahuan kesehatan reproduksi.
3.            Kurang meratanya pelayanan kebidanan yang baik diantaranya adalah:
-                Infeksi 39 %
-                Perlukaan jalan lahir 11 %
-                Lain-lain 5 %
Adapun solusi yang perlu dilakukan untuk mengurangi Angka Kematian Ibu adalah :
1.            Kemajuan dalam ilmu dan praktek medis seperti:penemuan obat-obatan baru,lebih sempurnanya tekhnik pembedahan,dan lebih banyaknya digunakan transfusi darah.
2.            Lebih sempurna dan meluasnya fasilitas-fasilitas untuk memberi pelayanan kebidanan yang baik.
3.            Lebih baik serta bermutunya SDM tenaga kesehatan yang memberi pelayanan kebidanan.
4.            Faktor-faktor sosial lebih sempurna kesehatan dan lebih baiknya makanan rakyat ada umumnya .
Dengan program diatas maka AKI dapat dicegah serta ditekan sehingga dapat mengurangi Angka Kematian Ibu (AKI).
Berhubungan dengan itu maka penulis tertarik untuk memahami lebih seksama tentang persalinan serta mengaplikasikan secara langsung di lapangan sehingga nantinya penulis mampu menjadi tenaga kesehatan yang profesional.
1.2       Tujuan
1.2.1  Umum
Memahami secara seksama tentang persalinan secara komprehensif sesuai dengan teori yang ada dan mengaplikasikan secaralangsung dilapangan.
1.2.2   Khusus
Setelah dilakukan Asuhan Kebidanan pada Ibu bersalin Ny “S” diharapkan mahasiswa dapat memahami tentang
a.       Pengertian persalinan
b.      Istilah yang berhubungan dengan persalinan
c.       Etiologi persalinan
d.      Permulaan terjadinya persalinan
e.       Faktor-faktor penting dalam persalinan
f.       Tanda-tanda persalinan
g.      Pembagian tahap persalinan
h.      Lamanya persalinan pada primigravida dan multigravida
i.        Lima benang merah dalam persalinan
j.        Standart pertolongan persalinan
k.      Asuhan kebidanan pada ibu bersalin menggunakan 7 langkah “Manajemen Varney’s



















BAB   II
LANDASAN TEORI

2.1 LANDASAN TEORI PERSALINAN FISIOLOGIS
2.1.1 Pengertian
                                     Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat didunia luar dari rahim  mulai jalan lahir atau jalan lain. (Sinopsis Obstetric,1998.Hal:91)
2.1.2 Istilah Yang Berhubungan Dengan Persalinan
2.1.2.1 Menurut Cara Persalinan
1.Persalinan Spontan (Normal/Eutacia)
adalah Proses lahirnya bayi pada letak belakang kepala dengan dan tenaga ibu sendiri tanpa bantuan alat..
2.Persalinan buatan (Abnormal / Dystocia)
adalah Persalinan pervaginam dengan bantuan alat [tenaga dari luar]atau melalui dinding perut atau secara SC
3.Persalinan Anjuran
adalah apabila kekuatan untuk persalinan ditimbulkan dari luar dengan jalan rangsangan obat-obatan.
2.1.2.2 Menurut Usia Kehamilan
1)      Abortus (keguguran)
adalah berhentinya kehamilan  sebelum janin hidup diluar kandungan, UK < 22 minggu dengan berat janin  <500gr.
2)      Persalinan Imatur
Adalah berhentinya kehamilan  seelum janin hidup diluar kandungan, UK  antara 22 minggu s/d 28 minggu dengan  berat janin antara 500 s/d 1000 gr.
3)      Persalinan Prematuritas
adalah pengeluaran hasil konsepsi pada usia kehamilan 28 minggu s/d 36 minggu dengan berat janin <2500gr.
4)      Persalinan Maturus (aterm atau cukup bulan)
adalah Pengeluaran hasil konsepsi pada usia kehamilan >37 minggu s/d 42 minggu  dengan berat janin >2500gr.
5)      Persalinan Post Maturus /serotinous/ lebih bulan
adalah Pengeluaran hasil konsepsi  pada UK  >42 minggu dengan berat janin >4000gr dan ada tanda  postmaturus.

2.1.3 Istilah- Istilah Dalam Kehamilan Dan Persalinan 
ü  Gravida yaitu  seorang wanita sedang  hamil .
ü  Primigravida yaitu seorang wanita yang hamil untuk pertama kalinya .
ü  Multigravida yaitu seorang wanita yang pernah  melahirkan  dan dapat hidup diluar kandungan .
ü  Primipara yaitu seorang wanita yang pernah melahirkan bayi hidup untuk pertama kalinya.
ü  Multipara yaitu seorang wanita yang telah melahirkan  anak hidup yang ke-2 dengan ke-5 kalinya.
ü  Grandemultipara yaitu  seorang wanita yang pernah melahirkan bayi  yang hidup dan mati >5.

2.1.4 Etiologi
Beberapa sebab timbulnya persalinan adalah:
1.Teori Penurunan Hormon
 yaitu terjadinya  penurunan hormone Estrogen dan pregesteran  yang  mengkibatkan terjadinya peningkatan Hormon Oksitosin,yang pada akhirnya  hormon oksitosin  tersebut  merangsang otot rahim untuk  berkotraksi 
Ø  Penurunan hormon estrogen  dan Progesteron  terjadi akibat  penimbunan jaringan ikat dan penyempitan pembuluh darah.
Ø  Terjadi 1-2 minggu sebelum partus.
2.Teori Oksitosin Internal 
Ø  Oksitosin dikeluarkan oleh kelenjar hipofise posterior,perdarahan keseimbangan hormone estrogen dan progesterone mengubah sensitifitas otot rahim sehingga  terjadi  kontraksi Broxton Hick .
Ø  Menurunnya hormon progesteron dapat meningkatkan  produksi hormon oksitosin  yang dapat meningkatkan produksi hormone oksitosin yang dapat meningkatkan   aktifitas otot rahim  sehinga  terjadi  kontraksi .
3.Teori  Plasenta menjadi Tua
Proses penuaan  plasenta  terjadi  secara normal  pada usia  kehamilan 28 minggu,terjadi penimbungan  jaringan ikat  dan penyempitan pembuluh  darah  sehingga  produksi  hormon oksitosin  yang akan merangsang otot  rahim  berkontruksi .
4.Teori Distensi Rahim.
Pembesaran  dan peregangan  dinding  rahim dapat  menyebabkan ischemia  otot-otot rahim  sehingga  sirkulasi  darah pada  uterus ke plecenta  terganggu.
5.Teori Prostaglandin
Konsentrasi  prostaglandin  meningkat sejak  usia kehamilan  15 minggu  dikeluarkan oleh  desidua,peningkatan yang semakin  besar dapat  menimbulkan kontraksi  otot rahim
6.Teori Iritasi Mekanik
Dibelakang servik  terletak  ganglion  servikalis ( fleksus  frankenhauser), bila ganglion  ini ditekan  misalnya oleh kepala janin maka akan timbul kontraksi  uterus 
7.Teori Induksi Persalinan
yaitu  kontraksi  rahim  yang dengan  sengaja  di timbulkan.
Ø  Kontraksi  tersebut  dapat ditimbulkan  dengan berbagai cara diantaranya adalah dengan:
1)      Gagang Laminaria  yaitu  memasukan larvinavia kedalam  kanolis  carvikatus dengan tujuan merangsang  fleksus frakenhauser
2)      Amniotomi yaitu pemecahan ketuban dengan alat.
3)      Oksitosin Drips yaitu pemberian  oksitosin  menurut tetesan perinfus.

2.1.5 Permulaan  Terjadinya  Pesalinan
Dengan adanya kontraksi  uterus dapat  menyebabkan:
1.      Turunnya kepala atau  bagian  terendah janin  masuk  pintu atas panggul [PAP][Lightening].
2.      Sering kencing  karena kandung kemih  terdesak oleh penurunan  bagian terendah janin .
3.      Perut melebar  karena fundus uteri  menurun 
4.      Rasa sakit dipinggang  karena tertekannya fleksus frankenhauser  yang terletak  disekitar  serviks.
5.      Terjadi pembukaan servik  karena kontraksi uterus.
6.      Terjadi pengeluaran lendir dan basah.

2.1.6 Faktor-Faktor Penting Dalam Persalinan
  1. Power (kekuatan)
yang terdiri dari:
·   His (kontraksi otot rahim),ada 3 yaitu:
1)      His Pembukaan
2)      His Pengeluaran janin
3)      His pelepasan dan pengeluaran placenta
·   Kontraksi otot dinding perut atau oto-otot rahim
Yang dominan di daerah fundus uteri dan semakin berkurang ke arah serviks diikuti dengan meningkatnya jaringan ikat.
·   Kontraksi diafragma pelvis atau kekuatan mengejan.
Timbul akibat perangsangan fleksus frakenhouser (fleksus ini terletak di sekitar serviks uteri). Terjadi kontraksi pada diafragma, pelvis yang berguna untuk mempercepat pembukaan serviks dan melebarkan bagian bawah vagina pada saat mengejan anus tampak terbuka.
·   Ketegangan dan kontraksi ligamentum retundum.
Ligamentum rotundum (Ligamentum uteri) adalah jaringan otot yang pada saat hamil mengalami hipertropi dan hiperflasi. Fungsinya adalah untuk menahan uterus agar tetap berada dalam posisi antefleksi.

  1. Passanger
·         Merupakan janin dan placenta, terdiri dari janin dengan ukuran dan Moulage, sikap fetus, letak janin, presentasi fetus dan posisi fetus
  1. Passage
Jalan lahir yang paling penting dalam menentukan proses persalinan adalah pelvis minor, yang terdiri dari susunan tulang yang kokoh dihubungkan oleh persendian dan jaringan ikat yang kuat. Pelvis minor (panggul kecil) ini terdiri atas :
a.      Pintu atas panggul
Batas atas panggul kecil dibentuk oleh promontorium, sayap sakrum, linea inominata, ramus superior os pubis dan sympisis pubis
b.      Bidang terluas panggul
Merupakan bidang terluas dalam ruangan panggul kecil, bidang ini membentang dari pertengahan sympisis, pertengahan asetabulum dan pertemuan sakral II dan III, ukuran depan belakang 12,75 cm dan ukuran melintangnya 12,5 cm


c.       Bidang sempit panggul
Bidang ini membentang melalui tepi bawah sympisis menuju ke spina isciadika dan memotong ujung atas sacrum
d.      Pintu bawah panggul
Terdiri dari dua segitiga dengan dasar garis pembatas tuber isciadikum dengan jarak 10,5 cm. Tinggi segitiga belakang 7,5 cm. Segitiga depan dibatasi oleh askus pubis ukuran depan belakang pintu bawah panggul 11,5 cm.
e.       Untuk menilai penurunan bagian terendah janin, ditentukan dengan bidang Hodge, yaitu :
Hodge I           :  sejajar dengan pintu atas panggul.
Hodge II         :  sejajar dengan Hodge I, melalui tepi bawah sympisis.
Hodge III        :  sejajar dengan Hodge II, melalui spina iscyadica.
Hodge IV        :  sejajar dengan Hodge III, melalui ujung os cocygis.
  1. Penolong persalinan
  2. Psikis
  3. Posisi
Ganti posisi secara teratur kala II persalinan karena dapat mempercepat kemajuan persalinan. Bantu ibu memperoleh posisi yang paling nyaman sesuai dengan keinginannya (APN, 2004)
a.      Posisi ½ duduk
Keuntungan       :Lebih mudah bagi bidan untuk membimbing kelahiran kepala bayi dan lebih mudah dalam mensupport perineum
b.      Posisi merangkap
Keuntungan       :Baik untuk persalinan bagi klien dengan punggung yang sakit dan peregangan minimal pada perineum
c.       Posisi jongkok atau berdiri
Keuntungan       :Membantu penurunan kepala janin dan membesar dorongan untuk meneran
d.      Berbaring miring ke kiri
Keuntungan       :Memberi rasa santai bagi ibu, memberi oksigenasi yang        baik dan membantu mencegah terjadinya laserasi
  1. Tempat
2.1.7 Tanda-Tanda Inpartu
1.      His yang adekuat (kontraksi uterus semakin kuat dan teratur serta berjarak semakin pendek).
2.Terjadi pengeluaran lendir atau lendir bercampur darah (Bloody Show).
3.Dapat disertai pecahnya ketuban.
4.      Pada pemeriksaan dalam didapatkan servik lunak,terjadi pendataran,dan pembukaan servik.




2.1.8 Pembagian Tahap Persalinan
Tahap-tahap persalinan terdiri dari 4 kala,yaitu :
1.      Kala I  (Kala Pembukaan)
Yaitu dimulai sejak terjadinya kontraksi uterus yang teratur dan meningkat (frekuensi dan kekuatan) hingga servik membuka lengkap (10 cm).

Ø  Kala I persalinan terdiri dari 2 fase ,yaitu :
1)      Fase laten
-    Dimulai sejak awal berkontraksi yang menyebabkan penipisan dan pembukaan servik secara bertahap.
-    Berlangsung hingga serviks membuka < 4 cm.
-    Pada umumnya fase laten berlangsung hampir atau hingga 8 jam.
-    Kontraksi mulai teratur tetapi lamanya masih diantaranya 20-30 detik.
2)      Fase Aktif
-    Frekuensi dan lama kontraksi uterus akan menigkat secara bertahap (kontraksi dianggap adekuat / memadai jika terjadi tiga kali atau lebih 10 dalam menit, dan berlangsung selama 40 detik atau lebih)
-    Dari pembukaan 4 cm hingga mencapai pembukaan lengkap atau 10 cm, akan terjadi dengan kecepatan rata-rata 1 cm perjam (nulipara atau primigravida) atau lebih dari 1cm-2 cm (multipara).
-    Terjadinya penurunan bagian terbawah janin.
-    Pada umumnya berlangsung ± 6 jam.
-    Dibagi menjadi 3 subfase,yaitu :
(1)   Periode akselerasi: berlangsung 2 jam,pembukaan menjadi 4
(2)    Periode dilatasi maksimal (steady) : selama 2 jam pembukaan berlangsung cepat menjadi 9 cm.
(3)   Periode deselerasi : berlangsung lambat,dalam waktu 2 jam pembukaan menjadi 10 cm.

2.      Kala II (  Kala Pengeluaran Janin)
Yaitu dimulai ketika pembukaan cervik sudah lengkap (10 cm) dan berakhir dengan lahirnya bayi.
Ø  Gejala dan tanda Kala II adalah :
-    Ibu merasakan ingin meneran bersamaan dengan terjadinya kontraksi,akibat turunnya kepala janin turun masuk ruang panggul sehingga terjadilah tekanan pada otot-otot dasar panggul yang secara reflektoris menimbulkan rasa meneran.
-    Ibu merasakan adanya peningkatan tekanan pada rectum dan vagina.
-    Perineum menonjol.
-    Vulva/vagina dan sfingter ani membuka,terjadi karena tekanan pada anus,ibu merasa seperti ingin buang air besar sehingga sfinter ani membuka.
-    Meningkatnya pengeluaran lendir bercanpur darah,
Ø   Tanda pasti kala II ditentukan melalui periksa dalam (informasi obyektif) yang hasilnya adalah :
Ø  His terkoordinir,kuat,cepat,dan lebih lama kira-kira 2-3 menit sekali.Dengan his meneran yang terpimpin akan lahirlah kepala,dan diikuti oleh seluruh badan janin.
Ø  Lamanya kala II pada primigravida 1
3.      Kala III ( Kala Uri )
Yaitu dimulai setelah lahirnya bayi dan berakhir dengan lahirnya placenta dan selaput ketuban.
Ø  Setelah bayi lahir kontraksi berhenti 5 s/d 10 menit,dengan lahirnya bayi,mulai pelepasan placenta pada lapisan nitabusch karena sifat retraksi otot rahim.
Ø  Setelah beberapa menit his berhenti uterus teraba keras dengan fundus uteri setinggi pusat,dan berisi placenta yang menjadi 2 x tebal sebelumnya.beberapa saat kemudian timbul his pelepasan dan pengeluaran uri dalam waktu 5-10 menit seluruh plecenta terlepas,terdorong ke vagina dan akan lahir spontan atau dengan sedikit dorongan dari atau dengan sedikit dorongan dari ats shimpisis atau fundus uteri.
Ø  Seluruh proses biasanya berlangsung 5-30 menit setelah bayi lahir.
Ø  Lepasnya placenta dapat diperkirakan dengan adanya tanda-tanda dibawah ini,yaitu:
1)      Perubahan bentuk dan tinggi fundus uteri.
2)      Tali pusat memanjang.
Tali pusat terlihat menjulur keluar malalui vulva (Tanda Ahfeld)
3)      Semburan darah mendadak dan singkat.
Darah yang berkumpul dibelakang placenta akan membantu mendorong placenta keluar dan dibantu oleh gaya gravitasi.
Apabila kumpulan darah (retroplacental Pooling) dalam ruang diantara dinding uterus dan permukaan dalam placenta melebihi kapasitas tampungnya maka darah tersembur keluar dari tepi placenta yang terlepas.
Semburan darah kira-kira 100-200 cc.
4.      Kala IV (Kala Observasi )
Yaitu dimulai setelah lahirnya placenta dan berakhir 2 jam setelah itu.
Ø  Kala IV dimaksudkan untuk melakukan observasi karena perdarahan post partum paling sering terjadi pada 2 jam pertama.
Ø  Observasi yang dilakukan diantaranya adalah :
-    Tingkat kesadaran dan keadaan umum klien.
-    Pemeriksaan TTV yang meliputi: Tekanan darah,suhu,nadi,dan pernafasan.
-    Kontraksi uterus.
-    Perdarahan
-    Kandung kemih.
Ø  Perdarahan dianggap masih normal bila jumlahnya tidak melebihi 400-500 cc.

2.1.9 Lamanya Persalinan Pada Primigravida dan Multigravida
Tahap Persalinan
Primigravida
Multigravida
Kala I
Kala II
Kala III
Kala IV
10 – 12 jam
1 – 1,5 jam
1 – 10 menit
10 menit
6 – 8 jam
1,5 – 1 jam
10 menit
2 jam
Jumlah (tanpa memasukkan Kala IV yang bersifat obseravasi)
10 – 12 jam
8 – 10 jam

2.1.10 Lima Benang Merah Dalam Persalianan
Lima benang merah merupakan aspek dasar yang penting dan saling terkait dalam asuhan persalinan yang bersih dan aman.Berbagai aspek tersebut melekat pada setiap persalinan,baik normal maupun pathologis.
Lima benang merah ini akan selalu ber laku dalam persalinan,mulai dari kala I sampai kala IV termasuk penatalaksanaan BBL.
v  Lima benang merah tersebut adalah :
1.      Membuat Keputusan Klinik
Membuat keputusan klinik merupakan proses yang menentukan untuk menyelesaikan masalah dan menentukan asuhanyang diperlukan oleh klien.Keputusan ini harus akurat,komprehensif,dan aman,baik bagi klien dan keluarganya maupun petugas yang memberikan pertolongan.
Membuat keputusan klinik tersebut dihasilkan melalui serangkaian proses dan metode yang sistematik menggunakan informasi dan hasil dari kognitif dan intuitif serta dipadukan dengan kajian teoritis dan intervensi berdasarkan bukti (evidence-based),ketrampilan dan pengalaman yang dikembangkan melalui berbagai tahapan yang logis dan diperlukan dalam upaya untuk menyelesaikan masalah dan terfokus pada pasien.(Varney,1997)
2.      Asuhan Sayang Ibu
Adalah asuhan yang menghargai budaya,kepercayaan dan keinginan sang ibu.
Salah satu prinsip dasar asuhan saying ibu adalah dengan mengikutsertakan suami dan keluarga selama proses persalinan dan kelahiran bayi serta mengetahui dengan baik mengenai proses persalianan dan asuhan yang akan mereka terima, mereka akan mendapat rasa aman dan keluaran yang lebih baik.(Enkin,et al,2000)
3.      Pencegahan Infeksi
Adalah bagian esensial dari semua asuhan yang diberikan pada ibu dan BBL dan harus dilaksanakan secara rutin pada saat menolong persalinan dan kelahiran bayi.
Ø  Prinsip-prinsip PI,yaitu :
1)      Setiap orang (Ibu,BBL,penolong persalinan) harus dianggap dapat menularkan penyakit karena infeksi dapat bersifat asimtomatik (tanpa gejala).
2)      Setiap orang harus dianggap berisiko terkena infeksi.
3)      Permukaan benda disekitar kita,peralatan dan benda-benda lain yang akan dan telah bersentuhan dengan permukaan kulit yang tak utuh ,lecet selaput mukosa,atau darah harus dianggap terkontaminasi hingga setelah digunakan harus diproses dengan benar.
4)      Jika tidak diketahui apakh permukaan,peralatan,atau benda lainnya telah diproses dengan benar maka semua itu harus dianggap masih terkontaminasi.
5)      Resiko infeksi tidak bisa dihilangkan secara total,tapi dapat dikurangi hingga sekecil mungkin dengan menerapkan tindakan-tindakan PI secara benar dan konsisten.
Ø  Yang termasuk tindakan PI adalah :
-          Cuci tangan
-          Memakai handscoon dan pelindung lainnya
-          Menggunakan tekhnik aseptic
-          Memproses alat bekas pakai
-          Menangani peralatan tajam dengan aman
-          Menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan (termasuk pengelolaan sampah secara benar)
4.      Pencatatan (Dokumentasi)
Pencatatan adalah bagian penting dari proses membuat keputusan klinik karena memungkinkan penolong persalinan dan kelahiran bayi.
Partograf adalah bagian terpenting dari proses pencatatan selama persalinan.
Ø  Aspek - aspek penting dalam pencatatan adalah :
1)            Tanggal dan waktu asuhan tersebut diberikan.
2)            Identifikasi penolong persalinan.
3)            Paraf / tanda tangan (penolong persalinan) pada semua catatan.
4)            Mencakup informasi yang berkaitan secara tepat,dicatat dengan jelas,dan dapat dibaca.
5)            Suatu system untuk memelihara catatan pasien sehingga selalu siap tersedia.
6)            Kerahasiaan dokumen-dokumen medis.
5.      Rujukan
Rujukan dalam kondisi optimal dan tepat waktu ke fasilitas rujukan atau fasilitas yang memiliki sarana lebih lengkap,diharapkan mampu menyelamatkan jiwa para ibu dan bayi baru lahir.
Sangat sulit untuk menduga kapan penyulit akan terjadi sehingga kesiapan untuk merujuk ibu dan atau bayinya ke fasilitas kesehatan secara optimal dan tepat waktu (jika penyullit terjadi) menjadi syarat bagi keberhasilan upaya penyelamatan.
Ø  Aspek-aspek penting daalam mempersiapkan rujukan adalah :
B      :  Bidan
A      :  Alat
K      :  Keluarga
S       :  Surat
O      :  Obat
K      :  Kendaraan
U      :  Uang

2.1.11 Asuhan  Selama Persalinan
Asuhan yang diberikan selama persalinan dilakukan sesuai dengan pembagian dalam masa persalianan,yaitu mulai kala I s/d kala IV.
1.      Kala I
·         Bantulah ibu dalam persalinan jika ia tampak gelisah, ketakutan, dan kesakitan
·         Berilah dukungan dan yakinkan dia
·         Berikan informasi mengenai proses dan kemajuan persalinannnya
·         Dengarkan keluhannya dan cobalah untuk lebih sensitif terhadap perasaannya.
·         Jika Ibu tersebut tampak kesakitan, dukungan/asuhan yang dapat diberikan:
-          Lakukan perubahan posisi
-          Posisi sesuai dengan keinginan ibu
-          Sarankan ia untuk berjalan
-          Ajaklah orang yang menemaninya (suami atau ibunya) untuk memijat atau menggosok punggungnya atau membasuh mukanya diantara kontraksi.
-          Ibu diperbolehkan melakukan aktivitas sesuai dengan kesanggupannya
-          Ajarkan kepadanya teknik bernafas.
·         Penolong tetap menjaga hak privasi ibu dalam persalinan
·         Menjelaskan kemajuan persalinan dan perubahan yang terjadi serta prosedur yang akan dilaksanakan dan hasil-hasil pemeriksaan.
·         Membolehkan ibu untuk mandi dan membasuh sekitar kemalangannya setelah buang air kacil/besar
·         lbu bersalin biasanya merasa pamas dan banyak keringat, atasi dengan    cara:
-          Gunakan kipas angin atau AC dalam kamar
-          Menggunakan kipas biasa
-          Menganjurkan ibu untuk mandi sebelumnya.
·         Untuk memenuhi kebutuhan energi dan mencegah dehidrasi, berikan cukup minum.
·         Sarankan ibu untuk berkemih sesering mungkin.
2.      Kala II
·         Memberikan dukungan terus menerus kepada ibu dengan :
-          Mendampingi ibu agar merasa nyaman.
-          Menawarkan minuman, mengipasi dan memijat ibu.
·         Menjaga kebersihan diri
·         Mengipasi dan masase untuk menambah kenyamanan bagi ibu
·         Memberikan dukungan mental untuk mengurangi kecemasan dan ketakutan ibu, dengan cara
-          Menjaga privasi ibu
-          Penjelasan tentang proses dan kemajuan persalinan
-          Penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan dan keterlibatan ibu
·         Mengatur posisi ibu dalam membimbing meneran dapat dipilih posisi berikut
-          Jongkok
-          Menungging
-          Tidur miring
-          Setengah duduk.
-          Posisi tegak ada kaitannya dengan berkurangnya rasa nyeri, mudah mengedan, kurangnya trauma vagina dan perineum dan infeksi.
·         Menjaga kandung kemih tetap kosong, ibu dianjiirkan berkemilan sesering mungkin
·         Memberikan cukup minum : memberi tenaga, dan mencegah dehidrasi.
3.      Kala III
·         Memberikan oksitosin untuk merangsang uterus berkontraksi yang juga mempercepat pelepasan plasenta
-          Oksitosin dapat diberikan dalam 2 menit setelah kelahiran bayi
-          Jika oksitosin tidak tersedia, rangsang putting payudara ibu atau susukan bayi guna menghasilkan oksitosin alamiah atau memberikan ergometrin 0,2 mg 1 m
Contoh : jangan berikan eruometrin kepada ibu dengan preeklompsia. eklampsia atau dengan tekanan darah tinggi, karena hal ini akan meningkatkan resiko terjadinya penyakit serebro-vaskular.
·         Lakukan penegangan tali pusat terkendali atau PTT
·         PTT dilakukan
·         Hanya selama uterus kontraksi.
·         Begitu plasenta terasa lepas, keluarkan dengan menggerakkan tangan atau klem pada tali pusat mendekati plasenta, keluarkan plasenta dengan gerakan ke bawah dan ke atas sesuai dengan jalan lahir. Kedua tangan dapat memegang plasenta dan perlahan memutar plasenta searah jarum jam untuk mengeluarkan selaput ketuban
·         Segera setelah plasenta dan selaputnya dikeluarkan, masase fundus agar menimbulkan kontraksi hal ini dapat mengurangi darah dan mencegah perdarahan pasca persalinan.
·         Jika menggunakan manajemen aktif dan plasenta belum juga lahir dalam waktu 30 menit
-          Periksa kandung kemih dan lakukan kateterisasi jika kandung kemih penuh
-          Periksa adanya tanda-tanda pelepasan plasenta.
-          Berikan oksitosin 10 unit 1 M dosis ketiga, dalam jarak waktu 15 menit dari pemberian oksitosin dosis pertama
-          Siapkan rujukan jika tidak ada tanda-tanda pelepasan plasenta
·         Periksa wanita tcrsebut secara seksama dan jahit semua robekan pada serviks atau vagina atau perbaiki episiotomi.
4.      Kala IV
·         Periksa fundus setiap 15 menit pada, jam pertama dun setiap 20-30 menit selama jam kedua. Jika kontraksi tidak kuat, masase uterus sampai menjadi keras.
·         Periksa tekanan darah, nadi, kantong kemih dan perdarahan setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 30 menit selama jam kedua.
·         Anjurkan ibu untuk minum demi mencegah dehidrasi.
·         Bersihkan perineum ibu dan kenakan pakaian ibu yang bersih dan kemih
·         Biarkan ibu beristirahat ia telah bekrja keras, melahirkan bayinya.
·         Biarkan bayi berada pada ibu untuk meningkatkan hubungan ibu dan bayi, sebagai permulaan dengan menyusui bayinya.
·         Bayi sangat siap segera setelah lahir. Hal ini sangat tepat untuk memulai memberikan ASI. Menyusui juga membantu uterus berkontraksi.
·         Jika ibu perlu kekamar mandi, ibu boleh bangun, pastikan ibu dibantu karena masih dalam keadaan lemah atau pusing setelah Persalinan. Pastikan ibu sudah buang air kecil dalam 3 jam pasca persalinan.
·         Ajarilah ibu atau anggota keluarga tentang
-          Bagaimana memeriksa fundus dan menimbulkan kontraksi
-          Tanda-tanda bahaya bagi ibu dan bayi

2.1.12 Pengawasan Persalinan Dengan Partograf
v  Pencatatan selama fase aktif persalinan
Halaman depan partograf mencantumkan bahwa observasi simulai pada fase aktif Persalinan dan menyediakan lajur dan kolom untuk mencatat hasil-hasil pemeriksaan selama fase aktif Persalinan termasuk.
1.      Informasi tentang ibu
Nama, umur, gravida, para, abortus (keguguran), nomor catatan medis/nomor puskesmas, tanggal dan waktu mulai dirawat (atau jika dirumah, tanggal dan waktu penolong persalinan mulai merawat ibu), waktu pecahnya selamat ketuban.
2.      Kondisi janin
-          DJJ
-          Warna dan adanya air ketuban
-          Penyusupan (molase) kepala janin
3.      Kemajuan persalinan
-          Pembukaan servik
-          Penurunan bagian terbawah janin atau preseniasi janin
-          Garis waspada dan garis bertindak
4.      Jam dan waktu
-          Waktu mulainya fase aktif persalinan
-          Waktu aktual saat pemeriksaan atau penilaian
5.      Kontraksi uterus
-          Frekuensi dan lamanya
6.      Obat-obatan dan cairan yang diberikan
-          Oksitosin
-          Obat-obatan lainnya dan cairan IV yang diberikan
7.      Kondisi Ibu
-          Nadi, tekanan darah dan temperatur tubuh
-          Urin (volume, aseton atau protein)
8.      Asuhan, pengamatan dan keputusan klinik lainnya (dicatat dalam kolom yang tersedia disisi partograf atau dicatat kemajuan persalinan)

v   Pencatatan pada lembar belakang partograf
Halaman belakang partograf merupakan bagian untuk mencatat hal-­hal yang terjadi selama proses persalinan dan kelahiran, serta tindakan-­tindakan yang dilakukan sejak persalinan kala satu hingga kala empat (termasuk bayi baru lahir). Itulah sebabmya bagian ini disebut sebagai catatan persalinan. Nilai dan catatan asuhan yang diberikan pada ibu dalam masa nifas terutama selama persalinan ke empat untuk memungkinkan penolong persalinan mencegah terjadinya penyulit dan membuat keputusan klinik yang sesuai. Dokumentasi ini sangat penting untuk membuat keputusan klinik. terutama pada pemantauan-pemantauan kala IV (mencegah terjadinya perdarahan pasca persalinan). Selain itu catatan persalinan (yang sudah diisi dengan lengkap dan tepat) dapat pula digunakan untuk menilai/memantau sejauh mana telah dilakukan pelaksanaan asuhan persalinan yang bersih dan aman.

2.1 13 Standart Pertolongan Persalinan
Terdapat empat standart dalam standart pertolongan seperti berikut ini :
1.Standart 9               : Asuhan  Persalinan Kala I
Pernyataan standart :
Bidan menilai secara tepat bahwa persalinan sudah mulai,kemudian memberikan asuhan dan pemantauan yang memadai,dengan memperhatikan kebutuhan klien,selama proses persalinan berlangsung.
2.Standart 10             : Persalinan Kala II yang Aman
Pernyataan Standart :
Bidan melakukan pertolongan persalinan yang aman,dengan sikap sopan dan penghargaan terhadap klien serta memperhatikan tradisi setempat.
3.Standart 11 : Penatalaksanaan Aktif Persalinan Kala III
Pernyataan standart :
Bidan melakukan penegangan tali pusat dengan benar untuk membantu pengeluaran plasenta dan selaput ketuban secara lengkap.
4.      Standart 12          : Penanganan Kala II dengan Gawat Janin melalui    Episiotomi
Pernyataan Standart :
Bidan mengenali secara tepat tanda-tanda gawat janin pada kala II yang lama,dan segera melakukan episiotomi dengan aman untuk memperlancar persalinan,diikuti dengan penjahitan perineum.






























                                                                                           

BAB III
ASUHAN KEBIDANAN
PADA NY “ K” G1P00000 USIA KEHAMILAN 40 MINGGU
DENGAN INPARTU KALA I FASE AKTIF SAMPAI KALA IV


A.    Subyektif
1.      Biodata Klien
Nama             :  Ny “K”
Umur             :  19 Th
Agama           :  Islam
Suku/Bangsa :  Jawa/Indonesia
Pendidikan    :  SMA
Pekerjaan       :  IRT
Alamat           :  Kedung papar
Nama             :  Tn “F”
Umur             :  23 th
Agama           :  Islam
Suku/Bangsa :  Jawa/Indonesia
Pendidikan    :  SMA
Pekerjaan       :  Swasta
Alamat           :  kedung papar

2.      Keluhan Utama
Ibu mengatakan ini adalah kehamilannya yang pertama , ibu mengeluh perutnya terasa mules sejak pukul 06.00 ( 15 -12-12), perut mulas dan semakin lama bertambah sakit.
3.      Riwayat mestruasi
Menarche   :  12 tahun
Siklus         :  28 hari
Lamanya    :  ± 7-8 hari
Sifat darah    :       Encer
Bau            :  Anyir
Banyaknya   : Hari 1-3 ganti softek 3 ´/hari,
                     Hari 4-6 ganti softek 2 ´/hari
                     Hari 7-8 tidak memakai pembalut
Teratur/tidak        :           Teratur
Disminorhea         :           -
Flour albus    :       -

4.      Riwayat kehamilan sekarang
§  Riwayat kehamilan sekarang
HPHT : 08-03-2012
TP : 15-12-2012
UK : 40 Minggu
Pergerakan anak dirasakan pertama kali pada UK 16 minggu.
ANC rutin di bidan sebanyak 6 x
Trimester I     :   1 ´ dibidan, penyuluhan yang didapat tentang gizi dan istirahat yang cukup
Trimester II   :   2 ´, penyuluhan yang didapat tentang personal hygiene dan perawatan payudara
Trimester III :   4 ´ dibidan, penyuluhan yang didapat tentang persiapan persalinan, tanda-tanda persalinan
Keluhan pada :
Trimester I     :   Mual-muntah dan pusing
Trimester II   :   Tidak ada
Trimester III :   Tidak ada
Imuisasi TT   :   2´ dibidan
Terapi yang didapat            : - Fe
                                   - Kalk
                                   - Vitamin B Komplek
                                   - Vitamin B6
5.      Riwayat kehamilan, dan persalinan dan nifas yang lallu
Hamil ke-
UK
Persalinan
Bayi
Nifas
Jenis
Penolong
Tempat
BB/PP
Seks
Keadaan
Laktasi
Hamil ini








6.      Riwayat kesehatan   
-       Riwayat Kesehatan Yang Lalu
Klien mengatakan tidak pernah menderita penyakit menurun seperti  kencing manis, tekanan darah tinggi,asma dan tidak pernah menderita penyakit menahun seperti paru-paru.
-       Riwayat penyakit sekarang
            Ibu menggatakan saat ini tidak menderita penyakit menurun seperti kencing manis,darah tinggi,asma, dan tidak pernah ada yang menderita penyakit menahun seperti paru-paru
-       Riwayat Kesehatan Keluarga
Klien mengatakan dalam keluarga tidak pernah ada yang menderita penyakit menurun seperti kencing manis,darah tinggi,asma, dan tidak pernah ada yang menderita penyakit menahun seperti paru-paru.serta dalam keluarga tidak ada riwayat keturunan kembar baik dari pihak suami ataupun klien sendiri.

7.      Riwayat Sosial Budaya
Status              : Kawin
Kawin             : 1 x
Lama perkawinan        :1 Tahun
Umur saat kawin         : 19 Tahun
Klien dan suami sama-sama dari suku Jawa dan bahas yang dugunakan sehari-hari adalah bahasa Jawa.Hubungan klien dengan suami dan keluarga baik-baik saja,hal tersebuut terbukti saat klien datang ke bidan dan selama persalinan suami dan keluarganya sabar menunggu dan menemani klien.
Klien mengatakan dalam keluarga tidak ada pantangan dalam hal mengkonsumsi makanan dan klien mengatakan tidak pernah minum jamu
.
8.      Riwayat KB
          Ibu mengatakan tidak pernah menggunakan KB karena inggin memeiliki keturunan.

9.      Pola Kebiasaan Sehari-Hari
a.      Pola nutrisi
Sebelum hamil       : Makan     → 3 x/hari, porsi sedang
dengan menu nasi,sayur lauk
                                 Minum    → 7 gelas air putih/hari
Selama hamil          : Makan    → 3 x/hari,porsi sedang
dengan menu nasi,sayur,dan lauk
                                 Minum    →  8-9 gelas air putih/hari.
Ditambah buah-buahan dan makanan ringan.
b.      Pola Eliminasi
BAB Sebelum hamil   : 2 x/ hari, konsistensi lembek, tidak ada keluhan
Selama hamil      : 1 x/ hari, konsistensi lembek, tidak ada keluhan
                      BAB Sebelum hamil   : 5 – 7 x/ hari,warna kuning,jernih,bau khas.
Selama Hamil     : TM I   → 5 – 7 x/hari
  TM II → 6 – 9 x/hari,lebih sering
warna kuning,jernih,bau khas
c.       Pola Keberisihan Diri (Pola Hidup Bersih Sehat)
Sebelum hamil          : Mandi         → 2 x/hari
  Gosok gigi  → 3 x/hari
  Ganti baju  → 3x/hari
Selama hamil            : Mandi         → 1- 2 x/hari
  Ibu mengatakan saat hamil agak malas mandi
  Gosok gigi  → 3 x/hari
  Ganti baju  → 2 x/hari
d.      Pola Seksualitas
Sebelum hamil          : 1- 2 x/minggu
Selama hamil            : 1 x/minggu
e.       Pola Aktifitas
Klien mengatakan jarang melakukan pekerjaan dirumah,mungkin hanya mencuci pakaian saja karena klien masih satu rumah dengan orang tuanya.Setiap hari klien bekerja sebagai guru,sehingga setiap hari bekerja± 5 jam dari jam 07.00 WIB s/d 12.00 WIB.
f.       Pola Istirahat
Sebelum hamil dan saat hamil
Tidur malam             : Lamanya ± 7 jam (22.00 – 05.00)
Tidur Siang              : Lamanya ± 2 jam (12.00 – 14.00)
g.      Pola Spiritual
Klien menganut agama islam,selama menghadapi persalinan klien menunjukkan ketaatannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.


B.     Obyektif
1.      Pemeriksaan fisik secara umum
Keadaan umum       : Baik
Kesadaran               : Composmentis
TTV                         : TD         : 120 /80 mmhg           RR       : 24x/menit
                                  N           : 80 x / menit               S          : 36, 8 ºC
HPHT                      : 08-03-2012
TP                            : 15-12-2012
UK                          : 40 minggu
TFU                         : 32 cm
2.      Pemeriksaan Fisik secara khusus
a.      Inspeksi
Kepala               : Simetris,Rambut lurus, hitam, tidak rontok, kulit kepala tampak bersih, tidak ada ketombe.
Muka                 : Simetris,tidak tampak pucat, dan tidak tampak adanya cloasma gravidarum,dan tidak tampak adanya oedema.
Mata                  : Simetris, conjungtiva merah muda, sklera putih/tidak ikterus, palpebra tidak tampak oedema.
Hidung              : Simetris,bersih, tidak tampak adanya polip, tidak tampak adanya secret, tidak tampak adanya kelainan.
Mulut                 : Simetris,mukosa lembab,tidak ada stomatitis,jumlah gigi lengkap,dan tidak ada caries.
Telinga               : Simetris,tidak ada serumen.
Leher                 : Simetris,tidak tampak adanya pembesaran kelenjar tyroid, dan kelenjar limfe,serta tidak tampak adanya bendungan vena jugularis.
Dada                  : Simetris,payudara tampak membesar,tampak adanya hiperpigmentasi areola mamae.
Abdomen          : Tampak pembesaran sesuai umur kehamilan,tidak tampak adanya linea nigra,tidak tampak adanya strie gravidarum,tidak tampak adanya bekas luka operasi.
Genetalia           : Tampak keluar adanya lendir bercampur darah (blood show), tidak ada varises dan oedema,tidak ada candiloma,perineum utuh,tidak tampak  jaringan parut.
Anus                  : Tidak tampak adanya haemoroid.
Ekstremitas atas     :  Simetris,tidak ada varises, tidak tampak adanya oedema,gerakan aktif.
Ekstremitas  Bawah : Simetris, tidak ada varises, tidak tampak adanya oedema,gerakan aktif.
b.      Palpasi
Kepala     : Tidak teraba adanya benjolan.
Leher       : Tidak teraba adanya pembesaran kelenjar tyroid dan bendungan vena jugularis.
Mamae     : Tidak teraba adanya tumor, tidak ada nyeri tekan,  colostrum (-)
Abdomen  :               Leopold I           :           TFU 3 jari di bawah Px,pada bagian fundus uteri teraba bulat, lunak, tidak melenting (bokong janin).
                  Leopold   II   : Pada perut Ibu sebelah kiri teraba keras, datar dan memanjang seperti papan (Puki).
                  Leopold   III  : Pada bagian terendah janin teraba bulat, keras, melenting (kepala janin),kepala sudah masuk PAP.
                  Leopold   IV  : Kepala sudah masuk PAP, kira-kira 3/5 bagian,kepala tidak dapat digoyangkan (divergen).
Menurut Spiegelberg               :  TFU            : 32 cm di atas simphisis
                                          Menurut Jonshon-Tausak          : TBBJ           : (32- 11) x 155 = 3255 gram
Menurut Mac. Donald                          : Uk               : 32 : 31/2 = 9 bulan
Cort                                           : ( 12 – 12 – 12) = 144 x / menit

c.      Auskultasi
Dada                  : Tidak terdengar bunyi wheezing dan ronchi
Abdomen          : Pada bagian kanan peut ibu terdengar DJJ ( +  ) dengan frekuensi 144x / menit.
d.     Perkusi
Reflek patella    : positif/positif

3.      Pemeriksaan Dalam
Tanggal           : 15 desember 2012                                 Jam  : 16.00 WIB
a. Vulva           : - keluar darah bercampur lender
b. Pembukaan  : 5 cm
c. Efficement              : 75 %
d. ketuban       : utuh
e. Presentasi    : belakang kepala
f. Denaminator :  uuk kiri depan
g. Penurunan kepala : Hodge II-III/ 3/4

II.           ANALISA DATA
Dx    : Ny.”K” GIP0000O UK 40 minggu,Tunggal, Hidup, Intra uterin, letak kepala, K/U ibu dan janin baik dengan inpartu kala 1 fase aktif
Ds    :  ibu mengatakan ini kehamilan yang pertama dengan usia kehamilan 40 minggu, ibu menggatakan kencang-kencang mulai pukul 06.00 ( 15 -12-12), perut mulas dan semakin lama bertambah sakit rk tembus punggung mengeluarkan lendir dan darah di jalan lahir.
Do    :  Keadaan Umum        :Baik
Kesadaran                : Compos Mentis   
TTV                          : TD    :120/80 mmHg
N                  :  80x /menit
S       :  36,8  0C
RR    :   24 x /meni
BB sebelum hamil    : 49 kg
Bb saat hamil           : 55 kg
TB                            : 150 cm
LILA                        : 24 cm
TFU                          : 32 cm
TBBJ                        : 3255 gram
DJJ                           : 144 x/mnt
Vulva vagina            : tidak ada odem / varises
Pengeluaran pervaginam : lendir bercampur darah
Pembukaan               : 5 cm
Effesment                : 75 %
Ketuban                   : pecah
Begian terendah       : kepala
Penurunan bagian terendah hodge : III
Posisi menurut leopold :
Leopold I           : TFU 3 jari di bawah Px,pada bagian fundus uteri teraba bulat, lunak,tidak melenting( bokong)
Leopold II          :  Pada perut Ibu sebelah kiri  teraba keras,datar dan memanjang seperti papan (Puki).
Leopold III        : Pada bagian bawah teraba bulat, keras, melenting (kepala janin),kepala sudah masuk PAP.
Leopold IV         : Kepala sudah masuk PAP,kira-kira 3/5 bagian,kepala tidak dapat digoyangkan (divergen).
Menurut Spiegelberg TFU       : 32 cm
Menurut Jonshon-Tausak         : TBBJ : (32- 11) x 155 = 3255 grm
Masalah        : Ibu cemas menghadapi persalinanya yang pertama ini.
Kebutuhan         :
ü Cuci tangan sebelum melakukan tindakan
ü Lakukan pendekatan kepada ibu dan keluarga
ü Berikan dukungan kepada ibu
ü Anjurkan ibu untuk BAK
ü Anjurkan ibu untuk makan dan minum jika ibu menghendaki
ü Anjurkan ibu untuk mirin kekiri
ü Ajari ibu cara meneran yang benar
ü Siapkan alat , bahan, dan obat obatan yang diperlukan
ü Observasi TTV dan CHPB
ü Berikan asuhan persalinan saat pembukaan sudah lengkap

III.       PENATALAKSANAAN
1.    Cuci tangan sebelum melakukan / memberikan asuhan, Mencuci tangan sebelum melakukan pemeriksaan, dilakukan oleh petugas kesehatan.
2.    Lakukan pendekatan terapeautik pada klien, Melakukan pendekayan terapeautik kepada klien : Memperkenalkan diri kepada klien dan menjelaskan tindakan yang akan dilakukan pada klien, Menanyakan data klien,serta keluhan yang dirasakan klien, klien mengerti dan menyambut baik petugas kesehatan.
3.    Berikan dukungan emosional, melakukan dukungan emosional seperti memantapkan hati tenang dan sabar), klien lebih percaya diri menghadapi persalinan.
4.    Anjurkan ibu untuk  BAK, Menganjurkan dan membimbing ibu untuk BAK dengan pispot jika ibu tidak mampu berjalan, ibu BAK di pispot.
5.    Anjurkan ibu untuk makan dan minum, Menganjurkan ibu, untuk makan dan minum dan meminta keluarga untuk menyuapi ibu, ibu mau makan dan mau disuapi oleh keluarga.
6.    Anjurkan ibu untuk miring kekiri, Menganjurkan ibu untuk miring kekiri, ibu miring kiri.
7.    Ajari ibu cara meneran yang benar, Mengajari ibu bagaimana cara meneran yang benar, ibu mengikuti anjuran dari petugas kesehatan.
8.     Siapkan alat, bahan, dan obat obatan yang akan digunakan. Meniapkan alat bahan, obat obatan yang akan digunakan, dilakukan oleh petugas kesehatan.
9.     Observasi TTV dan CHPB, Melakukan observasi TTV dan CHPB,
Keadaan Umum   : Baik
Kesadaran            : Compos Mentis
Bentuk Tubuh      : Lordosis
TTV     :TD  : 120/80 mmHg      N    :   84x /menit
              S     :  36,5 0C               RR  :   24 x /menit
Pemeriksaan Dalam
Ø     : 10 cm         Eff   : 40 %
Denominator  : -   Presentasi       : Kepala
Penurunan       : Hodge 1V          Moulage         : -
10. Berikan asuan persalinan sesuai prosedur saat pembukaan sudah lengkap, Memberikan asuhan persalianan sesuai prisedur
                                  
EVALUASI KALA   I     15-12-12
S         :  Ibu  mengatakan  perutnya  semekin mules serta ingin mengejan
O        : Kepala janin sudah tampak di vulva dengan diameter 5 – 6 cm
A        : Ny “K” G1P00000 UK 40 minggu  tunggal, hidup, intra uteri, letkep KU ibu dan janin baik
      P         : melakukan langkah langkah inpartu kala II
1)           Melihat tanda – tanda gejala kala II ( doran , teknus, Perjol, Dan Vulka )
2)           Memeriksa kelengkapan dan mematahkan  simpul oksitosin kemudian memasukan spuit kedalam portus set.
3)           Memakai celemek
4)           Memastikan tangan tidak memakai perhiasan dan mencuci kedua tangandengan sabun dan air mengalir
5)           Memakai sarung tangan steril
6)           Memasukkan oksitosinke dalam spuit dan meletakkan kedalam partus set.
7)           Melakukan Vulva Hygienie
8)           Melakukan pemeriksaan dalam (VT) dengan hasil pemeriksaan pembukaan lengkap (10cm)
9)           Mencelupkan sarung tangan kedalam larutan klorin kemudian merendam Handscoon dalam keadaan terbaik kemudian mencuci tangan.
10)  Melakukan pemeriksaan DJJ
11)       Memberitahu kepada ibu bahwa pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik kemudian meminta ibu untuk meneran saat ada HIS
12)  Meminta bantuan keluarga untuk menyiapkan posisi ibu meneran
13)       Melakukan pimpinan meneran saat ada HIS dan istirahat saat tidak ada HIS, member minum ibu saat istirahat dan memeriksa DJJ.
14)       Menganjurkan ibu untuk jongkok, berjalan, dan mengambil posisi yang nyaman saat ibu merasa belum ada dorongan kuat untuk meneran.
15)       Saat kepala janin terlihat di Vulva 5 -6 cm, pasang handuk bersih diatas perut ibu untuk mengeringkan bayi
16)       Mengambil kain bersih lalu melipat 1/3 bagian dan meletakkan dibawah bokong ibu
17)       Membuka tutup partus set dan memperhatikan kembali kelengkapan alat dalam partus set dan obat- obatan serta mendekatkan alat didekat pasien.
18)  Memakai sarung tangan DTT pada kedua tangan
19)        Saat sub-occiput tampak dibawah simphisis, tangan kanan melindungi perineum dan dengan dialas lipatan kain dibawah bokong ibu sementara tangan kiri menahan puncak kepala agar tidak terjadi defleksi yang terlalu cepat saat kepala lahir.
20)       Setelah kepala lahir, mengusapkan kassa atau air bersih untuk membersihkan muka bayi dari lender dan darah.
21)       Memeriksa adanya lilitan tali pusat pada leher janin.
22)       Menunggu hingga janin melakukan putar paksi luar
23)       Setelah kepala janin menghadap paha ibu, tempatkan kedua telapak tangan biparental kepala janin, tarik secara hati-hati kea rah bawah sampai bahu depan lahir, kemudian tarik secara hati – hati kearah atas sampai bahu belakang lahir.
24)       Setelah bahu lahir, tangan kanan menyangga kepala, leher dan bahu janin bagian posterior ( belakang ) dengan posisi ibu jari peda leher dan keempat jari pada bahu sementara tangan kiri memegang lengan dan bahu bagian anterior saat badan dan lengan lahir.
25)       Setelah badan dan lengan lahir, tangan kiri menyusuri punggung kearah bokong dan tungkai bawah janin.Untuk memegang tungkai bawah, selipkan jari telunjuk tangan kiridiantara lutut janin.
26)       Setelah seluruh badan bayi lahir, pegang bayi bertumpu pada lengan kanan sedemikian rupa sehingga bayi mengahadap kearah penolong. Lakukan penilaian dengan segera kemudian letakan bayi diatas perut ibu dengan posisi kepala lebih rendah dari pada badan.
Bayi lahir langsung menangis kuat, warna kulit kemerahan, gerak   aktif dan anus berlubang.
27)       Segera mengeringkan bayi, pembungkus kepala dan badan beyi kecuali bagian tali pusar
28)       Memeriksa Fundus uteri untuk memastikan bahwa kehamilannya tunggal .

 EVALUASI KALA II

S      :  Ibu  mengatakan  senang anaknya sudah lahir
O     :  TFU setinggi pusat, kandung kemih kosong
           Uterus globuler, talipusat memanjang, semburan darah.
A      : Ny K P100001 inpartu kala III
P       :  melanjutkan langkah langkah pengeluaran placenta
29)  Memberitahu ibu bahwa akan disuntik agar uterus berkontraksi baik.
30)  Dalam waktu 1menit,setelah bayi lahir Menyuntikkan oksitosin 10 unit IM di 1/3 paha atas bagian distal lateral.
31)  Menjepit tali pusat dengan menggunakan klem kira-kira 3 cm dari umbilikus bayi. Melakukan urutan isi tali pusat ke arah ibu dan memasang klem ke 2 dengan jarak 2cm dari klem pertama.
32)  Memegang tali pusat diantara 2 klem menggunakan tangan kiri dengan pelindungan jari – jari tangan kiri lalu memotong tali pusat diantara 2 klem .
33)  Menjepit tali pusat dengan benang DTT pada satu sisi kemudian melingkarkan benang tersebut dan mengikatnya dengan simpul mati.
34)  Mengganti pembungkus bayi dengan kain bersih dan kering. Membungkus bayi hingga kepala, kemudian bayi diberikan kepad ibunya untuk disusui.
35)  Memindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak 5 – 10cm dari Vulva.
36)  meletakan tangan kiri diatas simpisis, menahan bagian bawah uterus sementara tangan kanan memegang tali pusat menggunakan klem dengan jara 5 – 10 cm dari vulva.
37)  Saat uterus berkontraksi, meregangkan tali pusat dengan tangan kanan sementara tangan kiri menekan uterus dengan hati-hati ke arah dorso kranial.
38)  Jika dengan peragangan tali pusat terkendali, tali pusat terlihat bertambah panjang dan terasa ada pelepasan plasenta, minta ibu untuk meneran sedikit sementara tangan kanan enarik tali pusat ke arah bawah kemudian ke arah atau sesuai dengan kurva jalan lahir hingga plasenta tampak di vulva .
39)  Setelah plasenta tampak di vulva teruskan melahirkan plasenta dengan hati-hati, dan tangan kiri berada dibawah plasenta sementarabtangan kanan membantu menerima plasenta sambil memutar searah jarum jam.
40)  Segera setelah plasenta lahir, tangan kiri melakukan Masase pada fundus uteri dengan menggosok fundus secara sirkular dengan menggunakan bagian palmar 4 jari tangan kiri hingga kontraksi uterus baik.
41)  Memeriksa kelengkapan plasenta
42)  Memeriksa apakah ada robekan pada introitus vagina dan perineum yang menimbulkan perdarahan aktif.
43)  Memeriksa kembali kontraksi uterus dan tanda adanya perdarahan pervaginaam

EVALUASI KALA III
S: Ibu mengatakan lega karena placenta sudah lahir
O: TFU 2 jari dibawah pusat, placenta lahir spontan tanpa penyulit
A: Ny K P100001 inparti kala IV
P: melanjutkan langkah langkah pasca  persalinan

44)        Biarkan bayi tetap kontak kulit dengan kulit ibunya minimal 1jam
45)        Setelah 1 jam bayi lahir, lakukan penimbangan bayi dan beri tetes mata antibiotik Profilaksis serta vitamin K 1mg di paha kiri anterolateral.
46)        Setelah 1 jam dari pemberian vitamin K 1 mg, berikan imunisasi Hb1 di paha kanan anterolateral.
47)        Melakukan observasi terhadap kontraksi uterus untuk menilai perdarahan pervaginaan.
48)        Mengajarkan kepada ibu atau keluarga untuk melakukan masase uterus dan menilai kontraksi uterus
49)        Mengevaluasi jumlah perdarahan yang terjadi.
50)        Memeriksa TTV, TFU, kontraksi uterus, kandung kemih, dan perdarahan setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 30 menit pada jam kedua.
                          Pastikan kembali bahwa bayi bernafas normal.
51)        Merendam semua peralatan bekas pakai dalam larutan klorin 0,5%.
52)        Membuang sampah terkontaminasi ke tempat sampah yang sesuai.
53)        Membersihkan ibu dari sisa air ketuban, lendir, dan darah dengan air DTT serta mengganti pakaian ibu dengan pakaian bersih dan kering.
54)        Memastikan ibu merasa nyaman dan memberitahu keluarga untuk membantu apabila ibu ingin minum.
55)        Dekontaminasi tempat persalinan dengan larutan klorin 0,5%.
56)        56)Mencelupkan sarung tangan kedalam larutan klorin 0,5%, melepas sarung dengan terbalik dan merendamnya kedalam larutan 0,5%.
57)        Mencuci kedua tangan dengan sabun dan air mengalir.
58)        Mendokumentasikan dengan melengkapi partograf.

PEMERIKSAAN FISIK PADA BAYI
a)      Inspeksi
Kepala
:
Simetris, tumbuh rambut warna hitam, bersih, tidak tampak caput succedeneum dan cephal hematom, ubun-ubun belum menutup ,tampak cembung.
Muka
:
Simetris, kemerahan, tidak tampak icterus
Mata
:
Simetris, conjugtiva berwarna merah muda, sklera putih,mata tidak tampak cowong
Hidung
:
Simetris, bersih tidak ada serumen
Mulut
:
Simetris, bibir atas dan bawah terbentuk, tidak tampak labiopalatokisis.
Leher
:
Simetris, tidak tampak pembesaran kelenjar tyroid dan pembendungan vena jugularis
Dada
:
Simetris, tidak tampak retraksi dinding dada.
Mamae
:
Simetris, puting susu menonjol, areola mamae kemerahan
Abdoment
:
Bersih, tidak ada perdarahan, tali pusat belum kering dan belum lepas, serta lembek.
Punggung
:
Simetris, tidak tampak spina bifida
Genetalia
:
Bersih, labia mayor menutupi labia minor.
Anus
:
Tidak tampak atresia ani
Ekstrem.atas

Ekstrem.bawah

:


   :
Simetris, tida tampak kelainan kongenital seperti polidaktili, sindaktili, mikroamelia.
Simetris, tidak tampak kelainan kongenital seperti polidaktili, sindaktili, mikro amelia, pes varus, pes valgus.

b)      Palpasi
-   Kepala          :   Tidak ada benjolan abnormal, tidak ada kelainan seperti : chepal hematoma, caput succedenum, anansefalus dan hidrosefalus.
-  Leher  : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan pembendungan pembuluh vena jugularis
c)      Auskultasi
Dada            :Tidak terdengar bunyi ronchi, wheezing dan   murmur


REFLEK PADA BAYI
a)      Reflek moro
Positif , hal tersebut terbukti saat kita menepuk tangan, maka bayi akan kaget.
b)      Reflek rooting
Positif, hal tersebut terbukti saat kita menyentuh pipi bayi, maka bayi akan menoleh kearah rangsangan.
c)      Reflek Sucking
Positif, hal tersebut terbukti sat bayi menetek pada ibunya.
d)     Reflek Graphs
Positif, hak tersebut terbukti ketika kita menyentuh  telapak tangan bayi, maka bayi akan menggengam.
e)      Reflek Babinsky
Positif, hal tersebut terbukti ketika kita menyentuh telapak kaki bayi, maka bayi akan menendang.
f)       Reflek Walking
Negatif,hal tersebut terlihat ketika bayi diletakkan di atas perut ibu,bayi tidak merangkak menuju putting susu.
g)      Reflek Tonick Neck
Negatif, hal tersebut terlihat ketika bayi ditengkurapkan diatas perut ibu,bayi tidak mengangkat kepala.

PEMERIKSAAM ANTROPOMETRI
Bayi lahir tanggal 22 Desember 2008, jam : 07.30 WIB
* BB   : 3150 gram
* PB    : 52cm
* LK    : SOB  : 32 cm                        FO    : 34 cm
               MO   : 35 cm            * LD   : 34 cm             * LA   : 10 cm

EVALUASI KALA 1V
S : -ibu mengatakan lega karena persalinannya berjalan lancar dan bayinya lahir denngan selamat
O : - K/U  : Cukup
      - TTV  : TD : 120/80 mmHg
                    N : 88 x/menit
                    RR : 24 x/menit
S     : 36,8ºC
      - TFU                          : 3 jari dibawah pusat
      - UC                            : Baik ( keras )
      - Perdarahan    : ± 100 cc
      - Lokhea          : Rubra
      - ASI               : keluar
      - BAK             : Belum
      - BAB             : Belum
A : Ny” K” P10001 2 jam post partum
P : - Observasi TTV,TFU,UC,dan perdarahan
- Anjurkan ibu untuk memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan
- Ajari ibu untuk melakukan mobilisasi dini secara bertahap
- Ajari ibu untuk perawatan luka perineum
- Anjurkan ibu untuk menjaga kebersihan alat genetalia
- Ajari ibu cara meneteki yang benar
- Pemberian terapi obat per oral
            * Asam Mefenamat    3 x 500 mg
            * Amoxilin                  3 x 500 mg
            * Etabion                     1 x 1 Tablet
- Follow Up 1 minggu lagi atau jika sewaktu-waktu ada keluhan










































BAB IV
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup di dunia keluar dari rahim mulai jalan lahir atau dengan jalan lain., Persalinan dibedakan menjadi 2,yaitu , Menurut cara persalinan Menurut usia kehamilan
Sebab-sebab terjadinya persalinan diantaranya adalah adanya teori penurunan hormon, teori oksitosin internal, dan yang lainnya. Faktor-faktor penting dalam persalinan diantaranya adalah power, passage, passanger, penolong persalinan, psikis, posisi, dan penolong. Beberapa tanda-tanda persalinan ada 4, yaitu : his yang adekuat, bloody show, pecahnya ketuban, dan adanya pendataran, pembukaan serta penipisan servik. Persalinan dibagi menjadi 4 tahap, yaitu : Kala I (kala pembukaan), Kala II (kala pengeluaran janin), Kala III(kala pengeluaran uri), Kala IV (kala observasi), dan lamanya persalinan pada primigravida ± 10-12 jam serta pada multigravida ± 8-10 jam.
Asuhan kebidanan Pada Ny K ini, ibu datang pukul 14.30 pembukaan 5 cm ketuban pecah, dan setelah dilakukan observasi pada pukul 16.00 pembukaan lengkap dan pukul 16.30 bayi lahir, kemudian setelah 15 menit placenta lahir spontan, dengan begitu dapat disimpulkan bahwa persalinan pada Ny K adalah persalinan normal karena pembukaan tidak melewati garis waspada, placenta lahir spontan tanpa penyulit.
B.     Saran
      (1 )Bagi  Klien
§  Klien lebih percaya diri sehingga nantinya pada saat nifas kondisi dirinya serta bayinya baik-baik saja.
§  Klien menjalankan apa yang telah dinasehatkan oleh petugas kesehatan.
§  Klien dapat memahami kondisi dirinya serta bayinya.
      (2) Bagi Mahasiswa
§  Belajar lebih giat  lagi untuk lebih memahami  teori yang ada,                                           sehingga dapat  menyesuaikan dengan  kasus  yang ada di lapangan.
§  Lebih kooperatif  dalam melaksanakan praktek .
      (4) Bagi Institusi Pendidikan 
§  Lebih sabar  dalam memberikan  bimbingan  kepada  mahasiswa.
           
DAFTAR PUSTAKA


Mochtar,Rustam,Prof.Dr.1998.Sinopsis Obstetrii Jilid 1.Jakarta : EGC.

Prawirohardjo,Sarwono.2002.Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.Jakarta :PT.Tiga Putera Begawan.

Tim Penyusun.2007.Asuhan Persalinan Normal.Jakarta : JHPIEGO.

Wiknjosastro,Hanifa ;dkk.2005.Ilmu Kebidanan. Jakarta :Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.



































ASUHAN KEBIDANAN
PADA NY “ K” G1P00000 USIA KEHAMILAN 40 MINGGU
DENGAN INPARTU KALA I FASE AKTIF SAMPAI KALA IV
DI BPM Hj. ENI SUSILOWATI Amd.Keb
PLEMAHAN-SUMOBITO JOMBANG









Disusun Oleh :
NOVI KHOIROTUN NISAK
7210043





PRODI D III KEBIDANAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ULUM
JOMBANG
2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar